Kenapa gaya Parisienne selalu digemari dan tak pernah membosankan? Tentu karena attitude mereka yang realistis, melangkah panjang dengan rasa percaya diri dan tenang, kemudian apapun styling yang diterapkan, gaya natural elegan selalu dijadikan ‘goal‘. Gaya Parisienne ini terlihat diserap dengan pengetahuan kultur yang dalam oleh desainer Indonesia Didit Hediprasetyo, kemudian ia persembahkan serapan tersebut untuk koleksi Didit Hediprasetyo Couture fall-winter 2025 di dalam Paris Couture Week bulan Juli ini.

Hand-washed Indonesian denim
Beberapa letupan kreatifitas tersamarkan di dalam koleksi ini, lebur di dalam gaya Parisienne yang tak ingin pakaian lebih menonjol dari yang memakai. Setelan jas dan palazzo dari bahan hand-washed Indonesian denim, tampak sangat chic dan elegan dari hasil perfect tailoring. Pada bagian dada kanan atas terdapat seperti gumpalan simpul layaknya efek 3D yang memang sedang digemari. Jika diperhatikan lebih teliti, gumpalan tersebut terbuat dari potong lengan panjang yang disumpulkan, semacam ilusi mata, atau orang Paris bilang: trompe-l’œil.

Aksen potongan lengan kemeja
Simpul bagian lengan kemeja ini menjadi aksen di beberapa rancangan, pada sackdress dari bahan leather, tersimpul ketat pada pinggang bagaikan obi, tersematkan pada ban pinggang yang tinggi, usil kocak tetapi chic. Bagaimana ceritanya bagian lengan kemeja ini muncul di sana sini? Seperti kita ketahui bahwa lengan sweater kerap disimpulkan di leher untuk menjaga kecupan hawa dingin, maka aksen-aksen bagian lengan panjang ini cocok sebagai representasi musim dingin pada koleksi ini.

Songket Melati
Efek glamorama tetap tak terlupakan, dan dibuat dalam batas-batas Parisienne. Ia datang dari efek kilap dari bahan Songket Melati (songket yang diproduksi sendiri oleh Didit), motifnya berupa susun wajik putik melati yang membentuk motif monogram. Bahan Songket muncul pada rancangan jumpsuit, cropped jacket, bustier, dan suit. Satu usaha mengejawantahkan Songket menjadi modern dan mengglobal. Sang Songket semakin berpotensi lebih mengglobal karena juga muncul dalam bentuk retro sneakers yang sejak tahun 1970an hingga kini tak pernah lekang waktu.


Carla Bruni dan nostalgia MTV
Kehadiran bahan leather serta kilau Songket dan sneakers pada koleksi ini, tak bisa dipungkiri turut memendarkan kesan glam-rock. Memang di dalam press release disampaikan bahwa Didit sengaja menyisipkan nostalgia MTV di koleksi couture ini, ia ingin menyandingkan aura glam-rock dengan keheningan yang minimalis. Untuk foto-foto, Didit mengajak Carla Bruni sebagai model. Carla adalah salah satu Supermodel di tahun 90an, yang kini menjadi seorang musisi di Paris












