
Sebagai atlet yang mampu melampaui batas zamannya sendiri, Novak Djokovic bisa dikatakan sebagai salah satu yang berdiri di barisan terdepan. Dengan 24 gelar Grand Slam, lebih dari 100 kemenangan turnamen profesional, serta rekor 428 pekan sebagai petenis nomor satu, Djokovic telah menjelma menjadi tolok ukur tertinggi prestasi tenis modern. Kini, perjalanan monumental tersebut diterjemahkan ke dalam sebuah karya horologi eksklusif: Hublot Big Bang Tourbillon Novak Djokovic GOAT Edition.
Diluncurkan pada ajang LVMH Watch Week, jam tangan ini bukan sekadar instrumen penunjuk waktu. Ia hadir sebagai medium penceritaan—tentang disiplin, ketahanan mental, dan pencarian tanpa henti akan kesempurnaan—nilai-nilai yang menyatukan lapangan tenis profesional dengan ranah haute horlogerie.
Tiga Permukaan, Satu Legenda

Hublot merangkai kisah Djokovic melalui sebuah trilogi jam tangan, masing-masing merepresentasikan tiga karakter utama arena tenis: hard court, clay, dan grass. Warna biru melambangkan 72 kemenangan Djokovic di lapangan keras, oranye merefleksikan 21 kemenangan di tanah liat, sementara hijau—yang paling eksklusif—mengabadikan delapan kemenangan di lapangan rumput.
Total 101 jam tangan ini bersifat numbered but not limited, sebuah pendekatan yang selaras dengan perjalanan karier Djokovic yang belum usai. Setiap kemenangan baru di masa depan akan diwujudkan dalam satu jam tangan tambahan, disesuaikan dengan permukaan tempat kemenangan tersebut diraih. Sebuah metafora halus tentang waktu yang terus bergerak seiring sejarah yang terus bertambah.
Material dengan Jiwa Sang Juara
Case berdiameter 44 mm menjadi panggung utama inovasi material khas Hublot. Terbuat dari komposit eksklusif hasil daur ulang polo shirt Lacoste dan raket tenis Head milik Djokovic sendiri, material ini menghadirkan tampilan marbled yang unik—tak ada satu pun jam tangan yang benar-benar identik.
Lebih dari sekadar estetika, material ini sarat makna personal. Belasan raket dan polo shirt yang pernah menemani Djokovic bertanding dilebur menjadi satu struktur solid, seolah menyatukan kerja keras, ketekunan, dan kemenangan ke dalam objek yang dirancang untuk bertahan lintas generasi. Bagian tengah case menggunakan Titaplast, polimer berperforma tinggi dengan rasio kekuatan terhadap bobot yang impresif, sekaligus memberikan sentuhan matte yang modern dan teknis.

Mesin Waktu Berbentuk Raket
Di balik kristal safir, berdetak mesin MHUB6035 Automatic Tourbillon—sebuah konstruksi mekanis yang sekaligus bersifat konseptual. Alih-alih pelat utama konvensional, Hublot menciptakan struktur kisi tiga dimensi yang terinspirasi dari senar raket tenis. Setiap “senar” setebal hanya 0,55 mm, dengan jarak yang sengaja dibuat tidak seragam, meniru ketegangan raket saat reli berlangsung.
Meski tampak seperti anyaman kompleks, struktur ini sejatinya dibuat dari satu bagian tunggal melalui proses laser-engraving presisi tinggi, lalu dilapisi PVD hitam. Logo personal Djokovic, “ND1”, dicetak kontras di atasnya—sebuah simbol mentalitas kompetitif yang tak mengenal kompromi.
Detail subtil lainnya memperkaya narasi. Barrel mesin dihiasi rochet menyerupai bola tenis dengan tekstur khas, sementara sangkar tourbillon aluminium dianodisasi sesuai warna casing. Mikro-rotor emas 22 karat berlapis rhodium di posisi pukul 12 melengkapi komposisi visual yang dramatis sekaligus fungsional, dengan cadangan daya hingga 72 jam.
Ergonomi Atlet, Estetika Ikonik
Meski sarat teknologi tinggi, jam tangan ini dirancang tetap ringan dan ergonomis—total bobotnya hanya 56 gram. Tali kulit putih bertekstur menyerupai grip raket tenis, dipadukan dengan sistem penguncian Velcro serta One-Click strap system khas Hublot, menegaskan orientasinya pada kenyamanan dan performa.
Bahkan detail sekrup bezel pun menjadi bagian dari cerita besar. Enam sekrup titanium dibentuk menyerupai bola tenis, lengkap dengan obeng khusus berbentuk S yang dirancang eksklusif. Sebuah pengingat bahwa bagi Hublot, inovasi sejati sering kali bersemayam pada detail yang nyaris tak terlihat.
Jam Tangan Statement
Pada bagian belakang case, terukir jelas kalimat “Greatest of All Time”, mengelilingi nomor edisi yang akan terus bertambah seiring prestasi Djokovic. Jam tangan ini tahan air hingga 30 meter, menggunakan Gorilla Glass yang diperkuat secara kimia, serta cukup tangguh untuk dikenakan saat beraktivitas fisik—sebuah paradoks elegan antara kemewahan tinggi dan fungsi atletik.



