Issey Miyake Men Fall/Winter 2026-2027 tidak hadir untuk sekadar mengundang perhatian, melainkan mengajak merasakan sebuah pengalaman yang mengundang perasaan. Dinamakan Formless Form, koleksi ini berangkat dari keinginan untuk kembali pada inti pakaian yaitu bagaimana kain, tanpa banyak intervensi, mampu membentuk sikap dan pembawaan seseorang.

Siluet sengaja diberikan kebebasan. Coats, outerwear menyerupai jubah, dan juga outerwear yang loose tidak bertujuan untuk mengontrol tubuh. Pakaian dirancang agar tubuhlah yang menyelesaikan desainnya. Dalam setiap langkah dan perubahan postur, pakaian ini tidak memiliki satu bentuk final.

Pendekatan ini diperkuat melalui eksplorasi material. Seri CLAY menampilkan tekstil yang bersifat heat-reactive, memungkinkan volume dan lipatan berkembang secara organik saat dikenakan. Sementara itu, DAWN outerwear menangkap warna langit di antara malam dan siang melalui gradasi hand-dyed, menghadirkan rasa transisi, harapan, dan awal yang baru.
Eksplorasi tekstil juga hadir melalui penggunaan KASURI, teknik tenun tradisional Jepang yang dikenal dengan pola samar dan sedikit bergeser, menghadirkan visual yang lembut dan tidak sepenuhnya presisi. Dalam konteks Formless Form, Kasuri memperkuat identitas busana yang tidak bersifat instan, melainkan terbentuk melalui waktu dan interaksi dengan tubuh.

Banyak konstruksi pakaiannya terbuat dari satu lembar kain, sebuah prinsip yang berasal dari Jepang dan mengutamakan kebebasan bentuk. Beberapa desain dapat dikenakan atau diubah dengan berbagai cara, mengubah fungsi dan fleksibilitas menjadi bagian dari estetika. Menjadikannya sebuah sistem yang aktif dan cerdas khas Issey Miyake.

Formless Form bukan tentang menolak bentuk, melainkan tentang menunda bentuk hingga momen pemakaian. Sebuah pernyataan halus bahwa kekuatan busana tidak selalu terletak pada apa yang terlihat di runway, tetapi pada apa yang dirasakan saat kain bertemu dengan tubuh.





