Home FashionFashion Bisa Bukan Tentang Rancangan Tetapi Keceriaan Motif Yang Menginspirasi Dunia – Marimekko Spring/Summer 2027 – Copenhagen Fashion Week

Fashion Bisa Bukan Tentang Rancangan Tetapi Keceriaan Motif Yang Menginspirasi Dunia – Marimekko Spring/Summer 2027 – Copenhagen Fashion Week

by Syahmedi Dean
0 comments
Bagikan

Kegembiraan motif kembali mencuat dari koleksi Marimekko Spring/Summer 2027, rumah desain asal Finlandia ini memilih tema besar “The art, the artist, and the landscape” sebagai benang merah koleksi ini. Marimekko bahkan menggandeng seniman dan vokalis Finlandia, Ringa Manner, untuk menciptakan soundscape orisinal yang mengiringi pertunjukan. Musik, air, langit, beton dan busana akhirnya berada dalam satu komposisi. Seperti sebuah karya seni yang tidak meminta kita sekadar melihat pakaian, tetapi mengajak merasakan bagaimana pakaian hidup di dalam sebuah lanskap.

James Cochrane

MARIMEKKO, lebih dari sekadar tekstil

Sejak didirikan Armi Ratia pada 1951, Marimekko memang tidak pernah memandang tekstil hanya sebagai permukaan untuk menempelkan motif. Rumah desain ini justru mengubah cara dunia melihat kain. Pada saat estetika pertengahan abad ke-20 masih banyak bermain dalam bunga-bunga kecil dan warna lembut, Marimekko datang dengan motif ceplok berukuran besar, bentuk abstrak, garis tegas dan warna yang berani. Motif menjadi bahasa visual yang memiliki kehidupan sendiri.

James Cochrane

Senirupa di atas tekstil

Warisan tersebut semakin kuat melalui tangan desainer seperti Maija Isola, pencipta Unikko pada 1964. Motif bunga yang ikonik itu membuktikan bahwa sebuah cetakan tekstil dapat berdiri seperti karya seni modern. Marimekko kemudian membawa gagasan tersebut lebih jauh, seni tidak harus tinggal di galeri. Ia bisa dikenakan sebagai gaun, dibawa sebagai tas, hadir di meja makan, bahkan menjadi bagian dari benda-benda sehari-hari. Inilah salah satu alasan mengapa Marimekko menjadi salah satu contoh awal bagaimana sebuah fashion brand berkembang menjadi jenama lifestyle.

Relevansi Marimekko

Ada pula filosofi yang membuat Marimekko terasa tetap relevan sampai sekarang: kebebasan tubuh. Potongan A-line, oversized dan siluet yang tidak bergantung pada korset membuat pakaian terasa lebih dekat dengan kehidupan daripada sekadar konstruksi tubuh ideal. Dalam bahasa desain Nordik, fungsi dan keindahan tidak harus dipertentangkan. Busana boleh ekspresif, tetapi tetap memberikan ruang bagi seseorang untuk bergerak, bernapas dan menjadi dirinya sendiri.

James Cochrane

Spring/Summer 2027 Marimekko

Untuk Spring/Summer 2027, Creative Director Rebekka Bay membawa warisan tersebut menuju lanskap yang lebih liar. Inspirasi datang dari gurun, bentuk-bentuk ekspresif alam dan dunia seni. Ada keseimbangan yang menarik antara kelembutan dan kekuatan, alam dan abstraksi. Warna-warnanya seperti bergerak mengikuti perubahan permukaan bumi: hijau musim panas bertemu lilac lembut dan pink raspberry hingga azalea, sementara biru langit berhadapan dengan kuning panas, merah menyala dan oranye yang seolah terkena cahaya matahari.

Dari Panas ke Teduh

Namun kekuatan warna tersebut tidak dibiarkan bekerja sendirian. Marimekko menyelipkan pear sorbet, vanilla ice dan snow white sebagai warna-warna nyaris transparan yang memberi jeda pada intensitas koleksi. Kontras inilah yang membuat palet SS 2027 terasa hidup. Seperti lanskap yang tidak pernah benar-benar memiliki satu warna, koleksi ini bergerak dari panas ke teduh, dari pekat ke hampir putih. Di sisi lain, ada kelembutan yang hadir melalui English embroidery, pointelle bertekstur dan garis-garis organik. Detail tersebut menjadi semacam bisikan di antara volume dan warna yang lebih agresif. Peplum, ruffle besar dan volant yang ringan membentuk siluet menyerupai kelopak bunga.

James Cochrane

Garis Garis Garis

Permainan motif menjadi salah satu pusat perhatian. Akkorder, motif garis baru karya seniman tekstil Denmark Vibeke Rohland, tampil sebagai komposisi vertikal yang mengingatkan pada langit malam di penghujung musim panas sekaligus optimisme matahari pagi. Rohland meninggalkan ruang tanpa warna di antara setiap garis. Sebuah keputusan sederhana yang menciptakan ritme baru dan memberi napas pada tradisi Marimekko dalam mempertemukan warna hingga melahirkan warna ketiga secara visual.

Minimalisme yang Maksimal

Sementara itu, motif floral terbaru Kukasta kukkaan dan Kukasta toiseen karya desainer print Finlandia Erja Hirvi memperlihatkan dialog antara minimalisme dan ekspresi maksimal. Motif-motif tersebut berpindah dengan luwes dari gaun yang mengalir ke tas kulit dan denim dengan teknik laser print. Di sinilah Marimekko kembali menunjukkan kekuatan sebenarnya: bukan sekadar membuat motif yang cantik, tetapi menciptakan sebuah sistem visual yang dapat hidup di berbagai bentuk dan material.

James Cochrane

Fashion adalah kanvas

Pada akhirnya, Marimekko Spring/Summer 2027 terasa seperti pernyataan bahwa fashion tidak harus selalu berbicara tentang pakaian. Ia bisa berbicara tentang tempat, cahaya, seni, suara dan cara manusia bergerak di dalam dunia. Di rooftop Langelinieskuret, tempat lokasi fashion show, Marimekko menerjemahkan lanskap menjadi warna dan bentuk, lalu mengembalikannya kepada manusia sebagai sesuatu yang bisa dikenakan. Sebuah puisi yang tidak ditulis dengan kata-kata, tetapi dengan kain.

James Cochrane

James Cochrane

James Cochrane

James Cochrane

James Cochrane

James Cochrane

Bagikan

You may also like

UA-98339383-1