Pada 3 September 2025, CENTRESTAGE resmi dibuka di Hong Kong Convention and Exhibition Centre (HKCEC), menandai edisi ke-10 dari pesta mode tahunan ini. Diselenggarakan oleh Hong Kong Trade Development Council (HKTDC) dengan dukungan Cultural and Creative Industries Development Agency (CCIDA), CENTRESTAGE tahun ini menghadirkan skala internasional terbesar sepanjang sejarahnya: lebih dari 260 brand dari 25 negara dan wilayah berpartisipasi, menciptakan panggung yang menggabungkan warisan, inovasi, dan keberanian desain.
Guo Pei & Kilau Abadi Couture

Sorotan paling mencuri perhatian datang dari CENTRESTAGE ELITES yang digelar 1 September di M+ West Kowloon Cultural District. Guo Pei, couturier kelas dunia, menghadirkan koleksi couture bertema “Gilternity: An Everlasting Radiance”. Lebih dari 30 karya eksklusif ditampilkan, memvisualkan keindahan kilau emas cair yang sekejap namun abadi. Beberapa karya ini kini juga dipamerkan di CENTRESTAGE, sementara sang maestro dijadwalkan hadir kembali pada 4 September untuk berbagi filosofi dan perjalanan kreatifnya dalam sebuah master sharing session.
Inggris, Thailand, hingga Kanada: Panggung Global Mode

Tahun ini, Inggris untuk pertama kalinya menjadi Partner Country, membawa 16 label termasuk karya berkelanjutan Patrick McDowell yang menambah perspektif segar. Thailand tampil dengan paviliun terbesar mereka, sementara Kanada, Jepang, Australia, Korea, Makau, Filipina, hingga Czechia menghadirkan identitas masing-masing. Dari handbag berbahan kaca buatan Czechia, hingga label Jepang HOUGA dan THE NERDYS, keanekaragaman estetika menjadi napas utama CENTRESTAGE 2025.
Fashion Icons: Dari Jimmy Choo hingga Charles Jeffrey

Selain Guo Pei, nama-nama besar lain turut meramaikan panggung diskusi. Prof. Jimmy Choo OBE membuka sesi Meet the Fashion Legend, memperkenalkan JCA – London Fashion Academy bersama para desainer muda didikannya. Pada 5 September, Charles Jeffrey, desainer avant-garde di balik label Charles Jeffrey LOVERBOY, akan berbicara tentang visinya, sekaligus menjadi guest judge pada Hong Kong Young Fashion Designers’ Contest (YDC) di hari penutupan.
Runway, Kolaborasi, dan Inovasi

Selama empat hari, lebih dari 40 acara termasuk 30 fashion show digelar. Dari Fashion Hong Kong Runway Show yang merayakan 10 tahun kampanye promosi global, hingga kolaborasi lintas negara seperti GBA Fashion Fusion 2025 dan Macau Fashion Parade, CENTRESTAGE menampilkan energi kreatif yang lintas batas. Bahkan, publik diajak berpartisipasi dalam pengalaman interaktif berbasis AI hingga workshop aksesori, memperluas definisi keterlibatan mode.
Yang menarik adalah pada malam pembukaan Centrestage di HKCEC, yang menampilkan empat desainer Hong Kong, semuanya didominasi dengan koleksi menswear. Ini membuktikan, desainer menswear dan market menswear yang semakin memiliki magnet yang kuat dan kesadaran pria akan berpenampilan yang semakin tinggi.

Mode Sebagai Pengalaman Hidup
CENTRESTAGE 2025 bukan sekadar pameran busana, melainkan sebuah perayaan gaya hidup. Tahun ini, enam zona tematik menghadirkan wajah mode kontemporer: mulai dari athleisure, circular fashion, craftsmanship, hingga urban street style. Menariknya, beberapa brand juga menawarkan koleksi ritel on-site, memungkinkan pengunjung pulang membawa potongan langsung dari runway.
Dengan aroma eksklusif yang dikreasikan brand lokal CitiScent hingga kehadiran paviliun jam tangan dari Hong Kong Watch & Clock Fair, pengalaman CENTRESTAGE 2025 menegaskan satu hal: mode bukan hanya apa yang kita kenakan, tetapi apa yang kita rayakan — sebuah perpaduan seni, inovasi, dan budaya global yang lahir dari jantung Asia.



