Kampanye terbaru tas CHANEL 25 hadir sebagai pertemuan antara memori pop dan energi kontemporer, diarahkan oleh sineas visioner Michel Gondry. Film ini menampilkan Margot Robbie sebagai wajah utama, ditemani penampilan spesial dari ikon pop Kylie Minogue. Ada nuansa nostalgia yang sengaja dibangun, merujuk pada video musik legendaris “Come Into My World” yang dirilis pada awal 2000-an, namun diterjemahkan ulang dengan sensibilitas visual yang lebih modern dan reflektif.


Narasi CHANEL 25
Dalam narasi visualnya, Margot Robbie berlari melintasi lanskap kota yang terasa seperti lingkungan Parisian, bertemu dengan berbagai versi dirinya sendiri. Setiap versi merepresentasikan interpretasi berbeda dari tas CHANEL 25, menjadikannya bukan sekadar aksesori, tetapi simbol dari identitas perempuan yang berlapis dan terus bergerak. Kemunculan Kylie Minogue dalam balutan warna pink yang ikonis menjadi momen singkat namun kuat, memicu percakapan luas di media sosial dan mempertegas daya tarik lintas generasi dari kampanye ini.


Michel Gondry
Secara visual, pendekatan khas Michel Gondry yang bermain dengan teknik looping kembali terasa relevan. Efek repetitif yang dahulu dianggap eksperimental kini justru terasa segar, bahkan teknikalnya tetap memukau dalam konteks digital saat ini. Pendekatan ini memberikan dimensi baru pada cara kita melihat sebuah kampanye mode, bukan hanya sebagai presentasi produk, tetapi sebagai pengalaman sinematik yang mengundang interpretasi.

Kode Klasik Chanel
Dari sisi desain, tas CHANEL 25 yang pertama kali diperkenalkan pada 2025 ini mengolah kembali kode klasik rumah mode CHANEL: quilted leather, rantai berbalut kulit, serta logo double C. Siluetnya yang lembut dengan inspirasi hobo menghadirkan kesan effortless namun tetap refined. Dua kantong signature menambah aspek utilitarian, sementara variasi ukuran dan material—mulai dari calfskin hingga denim—menegaskan fleksibilitasnya dalam berbagai gaya hidup modern. Versi Mini yang menjadi highlight kampanye tampil dalam spektrum warna yang luas, dari hitam klasik hingga burgundy yang dalam.


Margot Robbie vs. Kylie Minogue
Respon publik pun mencerminkan keberhasilan narasi ini. Kolaborasi antara Margot Robbie dan Kylie Minogue dipandang sebagai momen “full circle” yang merayakan budaya pop era Y2K dengan cara yang cerdas. Transformasi Robbie sebagai figur yang merepresentasikan Minogue disambut hangat, sementara cameo sang penyanyi menjadi titik viral yang memperkuat daya jangkau kampanye. Pada akhirnya, CHANEL 25 bukan hanya tas, melainkan refleksi dari dinamika perempuan masa kini—fleksibel, ekspresif, dan selalu bergerak mengikuti ritme hidupnya.


