Alaia menghadirkan koleksi Spring 2026 yang emosional, diiringi lagu karya Gustave Rudman. Pieter Mulier kali ini mengambil langkah yang sederhana namun sangat menyentuh. Koleksi ini merupakan kelanjutan dari musim sebelumnya, dengan fokus menghasilkan visual keindahan yang baru melalui perpaduan antara keahlian dan perasaan.
Dunia Lain Imersif

Show digelar di atas runway yang terbuat dari TV LED masif, menampilkan video berbagai figur dan kecantikan para model serta muse Alaia. Ditambah dengan kaca di langit-langit yang memperluas ruangan, suasananya terasa seolah berada di dimensi lain. Sebuah pengalaman imersif yang intim dan cukup intens.
Koleksi ini begitu emosional, baik dari show-nya maupun pakaian itu sendiri. Terinspirasi dari misi Mulier untuk melengkapi makna brand Alaia di masa kini, koleksi ini berevolusi dari satu ide ke ide lainnya. Minimalis, namun tetap memukau dan kompleks.
“Clothes that cry”

Ada ketegangan antara dua hal yang berlawanan: keterbukaan dan ketertutupan, kemewahan dan kesederhanaan. Ketegangan ini menghasilkan koleksi yang indah namun sangat kompleks. Beberapa desain seperti gaun sederhana dari material stretch yang menyambung pada tangan dan kaki para model, menciptakan ketegangan antara keindahan dan hal yang tidak biasa.
Koleksi ini memancarkan keseimbangan antara kendali dan kebebasan, antara kekuatan dan kepekaan. Terinspirasi dari bentuk-bentuk dasar dan filosofi “pulled and released,” Mulier menghadirkan interpretasi baru atas sensualitas Alaia, bukan melalui kemewahan, tetapi lewat gerak, tekstur, dan struktur. Dengan material terbatas seperti katun, sutra, kulit, dan python, pakaian terasa hidup.

Pleats, fringe, dan potongan menjadi bahasa arsitektural yang membentuk tubuh tanpa membebaninya. Siluet membungkus tubuh seperti pelindung, namun tetap menonjolkan sisi rapuh dan manusiawi. Penggunaan kulit, soft drapery, dan gaun “balloon” yang menangkap udara seolah menari di sekitar tubuh, menciptakan visi futuristik yang lembut, di mana sensualitas menjadi bentuk kekuatan baru.

Kumpulan ide Mulier ini menghasilkan gaya femininitas yang kuat namun rapuh untuk utopia khas Alaia di tahun 80-an. Nuansa gaya yang futuristik bercampur dengan sentuhan eklektik yang minimal dan intim. Koleksi ini merayakan keindahan yang berbeda dari yang lain, sebuah transformasi yang unik dan menyentuh.
Pieter Mulier merancang untuk masa depan yang lebih indah, di mana pakaian tidak hanya melindungi tubuh tetapi juga menyentuh jiwa. Lembut, terbungkus, dan percaya diri, menjadi meditasi tentang kepekaan dan kekuatan.





