Julian Klausner membawakan nostalgia untuk Fall/Winter 2026 Dries Van Noten. Nostalgia akan kompleksitas masa muda dan ketidaksempurnaannya. Membawa kembali ke momen transisi dari youth ke adulthood. Koleksi yang merupakan bentuk eksplorasi dari identitas, asal, dan keindahannya.
Koleksi ini merupakan kelanjutan dari koleksi menswear yang hadir di bulan Januari. Namun di sini untuk womenswear, eksplorasi bahan dan motif Klausner berbeda. Ada sisi lebih eccentric penuh jacquard yang lebih ditonjolkan.
Eksplorasi Youth

Spontanitas dan youthful spirit yang penuh tanda tanya akan asal, keberadaan, dan kecocokannya dalam bentuk pakaian. Perpaduan identitas baru dan lama yang indah. Beberapa look terinspirasi dari masa muda, seperti school uniforms dan collegiate looks. Dilihat dari beberapa look pertama yang terdiri dari kemeja dan dasi, duffle coats, dan blazer dengan simbol crest.

Koleksi ini memiliki boyish feel yang menghasilkan keseimbangan antara fitted dan volume. Menandakan juga dualitas remaja dan youth di tengah edukasi dan kesehariannya. Fitted looks terlihat rapi dan polished, hampir terlihat sedikit nerdy. Ada juga bombers dan jaket yang oversized dan longgar yang menggambarkan sisi yang lebih santai.
Styling menarik juga datang dengan melilit kain pada jaket yang menguatkan elemen spontanitas masa muda dan sisi eklektik. Ditambah dengan styling cuff lengan yang dibuka, memberikan kesan rebellious dan cool. Kedua hal yang membuktikan kemampuan Klausner untuk mendorong spirit dari Dries Van Noten di masa kini.
Motif Pixelated Seperti Memori Kabur

Untuk menswear mungkin spontanitas tersebut terlihat lebih natural. Namun untuk womenswear, spontanitasnya terlihat lebih intentional dan terkontrol. Dilihat dari perpaduan motif dan embroidery yang saling berkamuflase, ciri khas Dries yang muncul dalam berbagai looks. Kekayaan dari kemegahan beraneka kain jacquard yang dipadu di berbagai pakaian terasa sangat Dries. Embroideries terlihat sangat kompleks dan menarik perhatian. Sisi ini jugalah yang melengkapi narasi tentang sisi youthful yang menuju kedewasaan di koleksi ini.
Motif dari lukisan Flemish di tahun 1680-an “Two Peaches and a Butterfly on a Stone Plinth” dan “Flowers and Insects”hadir di berbagai jaket dan rok. Menariknya, motif ini hadir juga dalam versi pixelated, menandakan waktu yang berlalu dan memori yang kabur. Permainan warna juga tidak dilupakan di Dries, dari navy, hitam, dan earthy tones hingga warna menyala dari merah, hijau, dan neon yellow.

Di sini perjalanan Julian Klausner bagi Dries Van Noten semakin mendalam. Semakin mengenal diri dari wanita Dries yang sudah ada dan yang akan datang. Eksplorasi nostalgia ke masa muda yang membawakan semangat baru.




