Robert Wun melangkah lebih jauh dari sekadar fesyen untuk koleksi Couture Fall 2025. Ia mengambil jalur yang jauh lebih introspektif yang merupakan sebuah eksplorasi eksistensial dan surrealist tentang alasan mengapa kita berpakaian. Digelar dalam kegelapan total di Théâtre du Châtelet, pertunjukan ini langsung membuat penontonnya terheran dan fokus. Yang ditampilkan bukanlah sekedar koleksi untuk klien, melainkan sebuah performance piece tentang emosi, trauma, ketakutan, dan keindahan.
Surrealisme sebagai Konfrontasi Emosional

Inti dari koleksi ini, Wun menggali maksud surrealisme, bukan dalam arti yang manis atau dreamy, tetapi yang penuh kegelisahan. Penampilan pembuka, sebuah white padded cape dengan jejak tangan dari payet merah darah, tampak seperti crime scene yang dibekukan dalam waktu. Beberapa tampilan tampak seperti luka, baik secara harfiah maupun metaforis, dengan siluet yang slashed, busana yang tampak terbakar, dan kain yang tampak lebam. Wun tidak tertarik membuat couture yang indah dalam pengertian konvensional. Ia menggunakan ketegangan ala surrealism sebagai bahasa untuk menyampaikan sesuatu yang lebih mendasar yaitu kekacauan dari alam bawah sadar.
Siluet yang Berteriak, Warna yang Mengalir

Secara visual, koleksi ini menyeimbangkan antara keanggunan dan horor. Sculptural mermaid skirts, bahu yang dibuat sangat tegas, dan topi yang dramatis mendorong siluet yang teatrikal. Ada sesuatu yang terasa cinematic dari cara pakaian ini bergerak, lambat dan penuh intensi. Palet warna yang didominasi sentuhan gelap seperti hitam pekat, biru malam, dan burgundy, diselingi oleh warna merah menyala atau putih steril yang intens dan emosional. Setiap jahitan dan permukaan tampak emotionally charged dilihat dari tekstur yang tampak hangus, draperi yang hancur, dan padding yang menyerupai bekas luka. Jika couture adalah bahasa, maka Robert Wun sedang berbicara dalam Bahasa yang memadukan gaya theatrical dan sentuhan modern yang baru.

Koleksi khas Robert Wun dikenal dengan Sharp tailoring, volume yang dramatis, dan theatrical flair, namun kali ini didorong lebih jauh, secara emosional maupun teknis. Yang paling mencolok adalah bagaimana sesuatu yang tampak mengerikan secara visual justru terasa sangat indah. Ada ketenangan yang aneh dalam setiap busana. Keindahan yang sunyi, bahkan saat “dilumuri darah”. Koleksi ini bukan tentang membuat sensasi, melainkan tentang pelepasan emosional. Meskipun menyatu dengan semesta Robert Wun yang sudah dikenal, koleksi ini tidak menyatu begitu saja dengan karya karya sebelumnya. Ia hadir sebagai sesuatu yang refreshing, dengan identitas visual yang sangat kuat, sejelas fantasi surreal milik Schiaparelli atau spektakel konseptual khas Viktor & Rolf. Wun tidak mengulang, melainkan menyempurnakan. Ia terus mendorong narasi kreatifnya lebih jauh, membuktikan bahwa ia adalah desainer yang mampu terus berkembang tanpa kehilangan jati dirinya.




