Berjudul Sympoiesis, koleksi couture Fall 2025 dari Iris Van Herpen menjadi penghormatan terhadap koneksi, evolusi bersama, dan kepedulian. Diambil dari bahasa Yunani yang berarti “membuat bersama,” koleksi ini menjadikan lautan bukan hanya sebagai inspirasi visual tetapi sebagai pasangan simbiotik yang vital. Bagi Van Herpen, laut adalah muse dan suatu pesan, sebuah simbol akan pentingnya tanggung jawab bersama untuk menjaga apa yang sebenarnya menopang hidup kita. Seperti biasanyanya, Van Herpen menghadirkan deretan inovasi, desain yang khas, dan narasi puitis yang kuat. Melalui Sympoiesis, fashion tidak hanya menjadi bentuk seni tetapi juga bentuk aktivisme. Mengajak kita masuk ke dalam hubungan yang lebih sadar dengan alam.
Inovasi Biodesain dan Material Masa Depan

Salah satu highlight paling mencengangkan adalah gaun yang mengandung 125 juta ganggang bioluminesens hidup (Pyrocystis lunula) yang menyala saat dikenakan dan bergerak. Diciptakan bersama ilmuwan Chris Bellamy, organisme ini hidup dalam gel nutrisi dan menjadikan gaun tersebut hidup, sebuah karya yang benar-benar merespon perawatan dan sentuhan.
Eksplorasi material berkelanjutan juga menjadi benang merah dalam koleksi ini. Brewed Protein™, tekstil hasil fermentasi dari tebu oleh Spiber, digunakan dalam gaun-gaun bridal yang ringan seperti kabut. Kain air fabric asal Jepang melayang di udara seolah mengikuti arus laut dalam, menciptakan efek visual yang memikat. Beberapa busana lain hadir dengan detail dari sutra berlapis resin, struktur metal menyerupai karang, hingga eksoskeleton hasil cetakan 3D yang mewujudkan interaksi nyata antara biologi, teknologi, dan keindahan.
Semua ini bukan sekadar eksperimentasi visual tetapi sebuah bukti konkret bahwa fashion bisa berkembang melalui dialog langsung dengan ilmu pengetahuan.
Siluet yang Terinspirasi Lautan

Siluet yang ditampilkan dalam Sympoiesis mengalir seperti kehidupan laut, bergelombang, berdenyut, dan mengembang dengan keanggunan yang tidak membumi. Ada gaun-gaun yang menyerupai ubur-ubur, anemon, pusaran arus laut, hingga cabang-cabang karang. Setiap tampilan bergerak dengan ritme organik, seolah tidak dirancang melainkan tumbuh.
Palet warna yang digunakan memperkuat koneksi dengan dunia bawah laut seperti kelp green, biru laut dalam, pearlescent ivory, dan coral pink. Gaun-gaun ini tidak hanya menggambarkan laut tetapi terasa seolah bagian dari lautan itu sendiri. Koleksi ini bukan tentang kemewahan yang mencolok melainkan tentang keterikatan, kerapuhan, dan seruan yang lembut namun mendalam.

Beberapa tahun terakhir, Iris Van Herpen senang mengeksplorasi berbagai bentuk presentasi dan tema konseptual, namun Sympoiesis terasa sebagai salah satu koleksi paling menyentuh. Ia tidak hanya menghadirkan pertunjukan dengan presisi teknis tinggi tetapi juga membawa emosi yang dalam akan pentingnya laut bagi kehidupan manusia. Fokus pada inovasi dan struktur yang mengalir menciptakan bahasa visual yang terasa futuristik sekaligus tak lekang oleh waktu.
Ada semacam romansa yang hipnotik saat gaun-gaun itu melintasi runway, ethereal tapi tetap bermakna. Keindahan dari koleksi ini tak hanya terpancar secara visual namun justru semakin hidup lewat konteks dan niat di baliknya. Lewat koleksi ini, Van Herpen membawa kita dalam perjalanan puitis ke dasar samudera, mengajak kita untuk melihat kerapuhannya, merasakan keajaibannya, dan mungkin kembali percaya bahwa masih ada harapan dalam diri kita untuk peduli.





