Van Cleef & Arpels adalah segala sesuatu yang bernuansa poetic, whimsical dan diantara fantasi dan realita. Inspirasinya saja sudah bernuansa kompleks, maka tak ayal, jam tangan Van Cleef & Arpels memilliki kompleksitas tersebut namun begitu mudah dilihat. Untuk Van Cleef, waktu selalu lebih dekat dengan puisi ketimbang mekanika. Pada Watches and Wonders 2026, maison asal Place Vendôme ini kembali memperlihatkan bagaimana jam tangan dapat menjadi medium naratif—tentang langit malam, fase bulan, perjalanan kosmis, hingga legenda cinta yang melampaui galaksi.
Melalui tema “Poetry of the Heavens”, Van Cleef & Arpels memperluas semesta Poetic Complications, koleksi yang sejak 2006 menjadikan emosi sebagai inti dari watchmaking mereka. Bukan sekadar menunjukkan waktu, kreasi-kreasi terbaru ini mengajak pemakainya merasakan waktu sebagai pengalaman kontemplatif: bergerak perlahan bersama rotasi bulan, menyeberangi zona waktu dengan keanggunan, hingga menyaksikan kisah cinta legendaris yang diterjemahkan dalam enamel dan batu mulia.



Sorotan utama hadir melalui Midnight Jour Nuit Phase de Lune, sebuah interpretasi astronomi yang nyaris terasa sinematik. Dalam case white gold berdiameter 42 mm, langit malam Murano aventurine glass berkilau seperti debu bintang, sementara matahari emas perlahan menghilang untuk memberi jalan kepada bulan berbahan white mother-of-pearl. Dua cakram bergerak bekerja bersamaan: satu mengikuti siklus 24 jam, sementara satu lagi mereproduksi fase bulan selama 29,5 hari secara presisi astronomis.
Di Watches and Wonders tahun ini, Van Cleef & Arpels tampaknya tidak sedang mencoba membuat jam tangan paling rumit atau paling agresif secara teknikal. Maison ini justru mengingatkan industri bahwa haute horlogerie juga bisa menjadi ruang mimpi. Bahwa komplikasi tidak selalu harus terasa mekanis; ia dapat hadir sebagai metafora tentang langit, cinta, perjalanan, dan keterhubungan manusia dengan kosmos.
Karena bagi Van Cleef & Arpels, waktu tidak pernah sekadar dihitung. Waktu harus dirasakan.



