Kuda adalah salah satu makhluk yang cukup legendaris. Kisahnya tercatat di hampir seluruh dunia, semua budaya, semua agama, dan kepercayaan. Dari cerita Kuda Sembrani di Tanah Air kita hingga Pegasus dan Centaurus di Yunani. Kuda sering kali melambangkan kekuatan, kecepatan, kebebasan, dan kendaraan para dewa.

Mengangkat budaya equestrian Nusantara melalui filosofi motif kuda pada tenun Sumba, Luxina berkolaborasi dengan Cita Tenun Indonesia, NUSAE, The Riserva, dan Sarga menghadirkan The Sacred Horse of Sumba, instalasi utama dalam pameran Loom & Legend: Beyond Luxury Amidst the Mundane. “The Sacred Horse of Sumba merupakan bentuk perayaan terhadap kekayaan budaya Indonesia yang kami hadirkan melalui perspektif yang kontemporer. Melalui kolaborasi lintas industri, kami berharap masyarakat tidak hanya menikmati keindahan instalasi ini, tetapi juga semakin mengenal filosofi dan nilai budaya yang terkandung di balik tenun Sumba,” ujar Syahmedi Dean, Editorial Director Luxina.
Pameran ini menjadi bagian dari perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus menandai 10 tahun Luxina dan 18 tahun Cita Tenun Indonesia. Berlokasi di Fashion Corridor Level 1 Plaza Indonesia, instalasi ini menghadirkan eksplorasi wastra Nusantara dalam bentuk yang berbeda dari pameran tenun pada umumnya. Melalui pendekatan kontemporer, pengunjung diajak memahami makna kuda sebagai simbol kehormatan, kemakmuran, dan bagian penting dari kehidupan masyarakat Sumba yang telah diwariskan lintas generasi. Pengunjung Plaza Indonesia dapat melihat instalasi ini hingga akhir bulan Agustus 2026.
The Sacred Horse of Sumba ini sendiri adalah bagian dari rangkaian kampanye I Love Indonesia 2026 yang dihadirkan Plaza Indonesia sepanjang Agustus untuk menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia. Ini adalah sebuah kampanye tahunan yang merayakan kekayaan budaya Indonesia melalui kolaborasi bersama pelaku industri kreatif, desainer, komunitas budaya, musisi, serta brand dan UMKM lokal.

Mengusung semangat bahwa budaya Indonesia akan terus hidup ketika mampu berkembang dan tetap relevan dengan kehidupan masa kini, I Love Indonesia 2026 menghadirkan rangkaian program yang mempertemukan warisan budaya dengan kreativitas, inovasi, dan kolaborasi. Melalui empat inisiatif utama, yaitu; PI Neighborhood Icons Market, Documentary movie Reinventing Tenun: Journey to Algorithm, Snada Indonesia 2026, dan Exhibition The Sacred Horse of Sumba, Plaza Indonesia menghadirkan berbagai cara untuk mengapresiasi budaya Indonesia, mulai dari mendukung karya lokal, mengeksplorasi wastra Nusantara, merayakan musik Indonesia, hingga menghadirkan pengalaman budaya yang imersif.
“Melalui I Love Indonesia, kami ingin menghadirkan lebih dari sekadar rangkaian program. Kami ingin menciptakan ruang kolaborasi yang mempertemukan budaya, kreativitas, dan inovasi sehingga warisan budaya Indonesia dapat terus hidup, berkembang, dan diapresiasi oleh semakin banyak generasi. Keempat program yang kami hadirkan tahun ini merupakan wujud komitmen Plaza Indonesia untuk terus mendukung ekosistem kreatif Indonesia melalui berbagai kolaborasi yang bermakna,” ujar Zamri Mamat, Chief Marketing Officer Plaza Indonesia.
PI Neighborhood Icons Market berlangsung pada 10-23 Agustus 2026 di Warehouse Plaza Indonesia. Tahun ini, PI Neighborhood Icons Market akan dimeriahkan oleh beberapa brand lokal, seperti, Carpenter’s Bakehouse, Esteboo, Excelso, Marc & Mich Bakery, Oschusan, The Pandan Club, Roti Macan, Smooth, Suasana Kopi, Teazzi, The Matcha Tokyo, The Paper Hotel

Plaza Indonesia juga memperkenalkan Reinventing Tenun: Journey to Algorithm, serial dokumenter enam episode yang mengikuti perjalanan desainer Wilsen Willim dalam mengembangkan koleksi couture pertamanya melalui eksplorasi tenun Nusantara dari Halaban, Jembrana, Bandung, dan Putussibau.
Selanjutnya, Plaza Indonesia bersama Oppal kembali menghadirkan Snada Indonesia 2026, sebuah pertunjukan musik yang merayakan kekayaan budaya Indonesia melalui harmoni melodi dan kolaborasi lintas generasi. Tahun ini, Snada Indonesia akan mempertemukan musisi-musisi kebanggaan Tanah Air dengan Rumah Orkestra Jogja, komunitas orkestra anak muda Indonesia yang menghadirkan interpretasi segar, elegan, dan penuh energi terhadap karya-karya Nusantara.

