Di antara kemegahan pameran Mega Show Hong Kong 2025, di mana tren dan inovasi bersaing memikat perhatian dunia, booth Lulu Living menghadirkan sesuatu yang berbeda—sebuah kehangatan yang terasa akrab sekaligus artistik. Bukan sekadar home decor, tetapi potongan-potongan kisah yang lahir dari tangan-tangan pengrajin Jawa, dari kayu jati yang menyimpan aroma tanah tropis dan cerita keabadian.

Bagi Wiwin Handayani, Export Manager Lulu Living, keikutsertaan mereka di Mega Show tahun ini adalah lebih dari sekadar ekspor desain; ini adalah perjalanan memperkenalkan keindahan yang lahir dari keseimbangan antara alam, estetika, dan kenyamanan. “Kami berharap bisa menjangkau lebih banyak buyers internasional,” ujarnya sambil menelusuri setiap koleksi yang tersusun rapi di booth Lulu Living, seolah mengundang para pengunjung untuk merasakan kehangatan yang sama.
Koleksi Home Decor & Handicraft: Ekspansi Cerita Lulu Living
Didirikan lebih dari 14 tahun lalu oleh Muhammad Yanuar Rulis, Lulu Living tumbuh dari semangat untuk menghadirkan furnitur yang bukan hanya indah, tetapi juga bermakna. Di setiap detailnya, terlihat dedikasi pada bahan alami: kayu jati solid, rotan alami dan sintetis, kulit, hingga anyaman tali dan serat. Semua berpadu menciptakan karya dengan napas alami yang mengisi ruang—baik di dalam maupun luar rumah.

Wiwin mengatakan bahwa untuk Mega Show Hong Kong 2025, Lulu Living menghadirkan koleksi home decor dan handicraft. Mulai dari lampu gantung hingga pajangan meja, semuanya masih memiliki sentuhan khas Lulu Living, seperti penggunaan material serta teknik anyaman yang menjadi ciri khasnya.
Selain memang Paviliun Indonesia di Mega Show Hong Kong kali ini menempati area Handicraft, kendala waktu dan pengiriman menjadi salah satu alasan utama Lulu Living tidak bisa membawa koleksi furniture mereka yang menjadi core utama brand ini.
Chair Collection: The Art of Comfort
Koleksi kursi Lulu Living selalu menjadi sorotan setiap mereka mengikuti pameran. Dari Pasadena Chair dengan pola monokrom yang berani hingga Bunaken Lounger Chair yang menampilkan perpaduan kulit dan kayu jati yang memesona, setiap desain memancarkan kepribadian tersendiri. Amora dan Diego Chair menghadirkan interpretasi kontemporer dari keanggunan tropis, sementara Serimpi Rattan Chair mengundang inspirasi dengan gaya artsy yang seolah lahir dari galeri seni Bali.


Mereka bukan hanya tempat duduk—mereka adalah karya yang mengundang perbincangan, menyimpan karakter, dan menghadirkan harmoni visual di dalam ruangan mana pun.
Stool & Bench: Playful Soul of Design
Jika kursi Lulu Living adalah perwujudan elegansi, maka koleksi stool dan bench-nya menghadirkan sisi playful dari merek ini. Anyaman tali dan rotan berpadu dalam pola yang menggoda mata, sementara kayu jati yang kokoh menjaga keseimbangan antara kekuatan dan keindahan. Warna-warna alami dan tekstur yang hidup membuat setiap bangku terasa seperti aksen artistik di tengah ruangan modern.

Beyond Furniture: Living with Soul
Lulu Living bukan sekadar mengisi rumah dengan benda, melainkan menanamkan jiwa pada ruang. Di setiap lekuk furnitur, terasa semangat keberlanjutan dan cinta terhadap alam. Melalui teknik produksi yang tersertifikasi dan material yang lestari, Lulu Living menghadirkan janji akan keindahan yang tak lekang waktu—timeless dan bertanggung jawab.


Di Mega Show Hong Kong 2025, Lulu Living menunjukkan pada dunia bahwa seni hidup tak selalu gemerlap; kadang, ia berawal dari potongan kayu jati, seutas tali, dan impian untuk furnish the dream.


