Jakarta mendapatkan kehormatan menjadi tuan rumah jamuan kuliner yang untuk pertama kalinya digelar di Indonesia Authentic Cultural Dining. Diselenggarakan oleh Japan Food Product Overseas Promotion Center (JFOODO), acara ini sekaligus menjadi perjalanan budaya. Dimana makanan Jepang dapat dinikmati secara aman oleh umat Muslim, tanpa menghilangkan kualitas, teknik, maupun filosofi kuliner Jepang yang begitu dihargai di dunia.
Populasi Muslim global kini mencapai 1,9 miliar dan diperkirakan meningkat menjadi 2,2 miliar pada 2030, menjadikan satu dari empat penduduk bumi sebagai konsumen potensial produk Halal. Namun, masih banyak yang belum mengetahui bahwa Jepang memiliki sejumlah bahan makanan dan produk bersertifikat Halal yang aman dikonsumsi oleh Muslim.
JFOODO melihat peluang sekaligus tanggung jawab besar untuk menghadirkan edukasi yang tepat. Acara ini turut memperluas jembatan pemahaman budaya dan menunjukkan bagaimana Jepang merespons kebutuhan global melalui makanan Jepang halal berkualitas.
Mengenal Jepang Lewat Rasa: Dari Kyoto ke Jakarta

Salah satu bintang utama acara ini adalah Chef Junichi Kurisu dari restoran Honke Tankuma di Kyoto. Restoran ini berbintang satu Michelin dan telah mendapatkan sertifikasi ramah Muslim dari Dewan Halal Kyoto. Dikenal sebagai inovator muda dalam dunia Kyō-ryōri (masakan tradisional Kyoto), Chef Kurisu menghadirkan interpretasi baru masakan Jepang yang lembut, artistik, namun tetap menghormati prinsip Halal.
Bersama Chef Kurisu, hadir pula Reiyan Trisandra, Corporate Executive Chef Hutan Kota by Plataran. Chef Reiyan dikenal karena sentuhan modernnya pada hidangan Nusantara. Kehadirannya tak hanya sebagai tuan rumah kuliner, tetapi juga jembatan cita rasa antara Indonesia dan Jepang. Para tamu merasakan kualitas premium bahan Jepang dalam perspektif seorang chef Indonesia.
Kehadiran dua chef lintas budaya ini menghadirkan dialog yang menarik: bagaimana bahan, teknik, dan filosofi kuliner dapat saling bertemu dan menciptakan pengalaman unik yang baru.
Makanan Jepang Halal yang Mengisahkan Budaya
Menu yang disajikan dalam acara ini dirancang untuk menunjukkan keragaman, prinsip kebersihan, dan kualitas produksi makanan Jepang. Setiap hidangan membawa cerita tentang asal-usul, teknologi, dan filosofi di baliknya.

• Otsukuri
Sashimi yang dihadirkan tetap mempertahankan kesegaran berkat teknologi pembekuan cepat berstandar internasional. Jepang menerapkan metode ketat dalam kebersihan dan rantai distribusi sehingga ikan dapat disajikan segar di belahan dunia mana pun.
• Wanmono
Sup bening Jepang terbuat dari dashi, kombinasi umami antara kelp dan bonito. Sinergi dua bahan ini menghasilkan rasa kaya tanpa penggunaan minyak berlebih.
• Yakimono
Wagyu Jepang kembali mencuri perhatian. Marbling yang halus dan teksturnya lumer di mulut. Semua itu dicapai melalui standar peternakan yang ketat. Demi memprioritaskan kesejahteraan hewan dan kontrol kualitas berlapis.

• Gohan
Beras Jepang dikenal karena teksturnya yang kenyal dan rasa manis alaminya. Di tangan para chef, nasi yang dikreasikan dalam bentuk sushi di jamuan ini menjadi elemen filosofis dalam budaya makan Jepang.
• Mizumono
Hidangan penutup menggunakan apel Jepang yang manis dan renyah, hasil dari budidaya yang presisi mulai dari pemangkasan pohon, teknik panen, hingga proses penyimpanan.

Selain perjamuan, talkshow yang menghadirkan figur publik seperti Melody Nurramdhani Laksani, Duta Kuliner Jepang, serta chef profesional Indonesia Aiko Sarwosri digelar membahas bagaimana kuliner dapat menjadi jembatan diplomasi budaya.
Lewat acara ini, Jepang ingin menunjukkan bahwa makanan mereka dapat dinikmati siapa saja, termasuk umat Muslim dengan lebih inklusif, lebih menghargai keberagaman, dan lebih dekat dengan masyarakat Indonesia.


