Di tahun 2026, Dior kembali mendefinisikan ulang standar complexion melalui dua foundation ikoniknya, Dior Forever Skin Glow dan Dior Forever Skin Wear. Di bawah arahan Peter Philips, formulasi terbaru ini menghadirkan perpaduan antara efek “filter” kamera dengan performa skincare layaknya serum. Hasilnya adalah kulit yang tampak sempurna, bahkan dalam kondisi tanpa riasan sekalipun.

Foundation dan Skincare
Terinspirasi dari dinamika backstage peragaan busana Dior, kedua foundation ini dirancang untuk menjawab kebutuhan kulit di bawah tekanan kamera, lampu runway, hingga jadwal pemotretan yang intens. Teksturnya diuji pada berbagai jenis dan warna kulit, memastikan hasil akhir yang no-retouch dan camera-ready. Sebuah pendekatan yang menjadikan makeup tidak lagi sekadar lapisan, tetapi perpanjangan dari kualitas kulit itu sendiri.
Dior Forever Skin Glow
Dior Forever Skin Glow hadir sebagai interpretasi kulit bercahaya dengan efek 24 jam photo studio glow. Formula creamy yang ultra-lembut bekerja layaknya retouch digital instan, menyamarkan pori dan ketidaksempurnaan dengan efek soft-focus yang nyaris tak terlihat. Teknologi minyak reflektif di dalamnya membantu menyebarkan cahaya secara merata, menciptakan dimensi glow yang halus dari berbagai sudut pencahayaan.

Filter Radiance
Lebih dari sekadar makeup, Skin Glow diperkaya tiga bahan aktif utama: hyaluronic acid, niacinamide, dan peptide. Kombinasi ini menghadirkan hidrasi intens, memperbaiki tekstur kulit, sekaligus meningkatkan kecerahan secara bertahap. Dalam satu minggu, kulit tampak lebih merata, kenyal, dan hidup, bahkan tanpa foundation. Ini adalah konsep “filter radiance” yang tetap bekerja setelah makeup dihapus.
Dior Forever Skin Wear
Sementara itu, Dior Forever Skin Wear menawarkan pendekatan matte yang lebih modern. Foundation ini menghadirkan natural matte finish dengan efek blur yang tahan lama hingga 24 jam tanpa transfer. Berbeda dari matte tradisional yang cenderung kering, formulanya menggabungkan micro-powders dan polymer untuk menciptakan lapisan tipis yang breathable, menjaga kulit tetap halus tanpa efek powdery.

Kulit terhidrasi
Skin Wear juga mengusung kompleks skincare yang sama, memastikan kulit tetap terhidrasi dan bercahaya sepanjang hari. Hasilnya bukan sekadar matte, tetapi complexion yang tampak refined, lembut, dan tetap memiliki luminosity alami. Dalam penggunaan rutin, tampilan pori dan ketidaksempurnaan pun berkurang secara signifikan.
Laboratorium LVMH
Melengkapi inovasi ini, Dior menghadirkan 45 pilihan shade dengan teknologi pigment terbaru dari laboratorium LVMH, mencerminkan spektrum warna kulit yang lebih inklusif. Desain botolnya pun diperbarui dengan pendekatan eco-design: kaca lebih ringan, logo Dior yang diperbesar, serta tutup berbahan plastik daur ulang. Sebuah evolusi yang tidak hanya berbicara tentang kecantikan visual, tetapi juga kesadaran akan masa depan.



