Ada momen ketika fashion berhenti sekadar menjadi tampilan, dan beralih menjadi pengalaman personal yang terasa—ringan, intuitif, dan jujur. Di titik itulah kampanye Spring 2026 dari VIVAIA menemukan nadinya, dengan menghadirkan Im Nayeon sebagai wajah baru yang tak hanya membawa popularitas global, tetapi juga sensibilitas gaya yang terasa dekat dan autentik. Dan bertepatan dengan wajah baru VIVAIA ini, toko pertamanya kini juga hadir di Jakarta, di Pondok Indah Mall 3, Jakarta Selatan.

Sebagai anggota dari TWICE, Nayeon dikenal lewat energi panggung yang kuat. Namun dalam kampanye bertajuk “Feel the Comfort”, narasi yang dibangun justru lebih sunyi—intim, bahkan reflektif. Berlatar dinamika New York City, visual kampanye bergerak mengikuti ritme kota sekaligus ritme personal Nayeon sendiri: berjalan, bersiap, dan menjalani hari dengan gestur yang ringan, tanpa pretensi.
Pilihan sepatu menjadi kunci utama dalam storytelling ini. Siluet seperti Jogger Sneakerinas hingga Margot™ Mary Janes tampil sebagai interpretasi baru atas flats—tidak lagi sekadar klasik, tetapi kini diposisikan sebagai objek desain yang fleksibel, ekspresif, dan relevan dengan gaya hidup urban. Ada keseimbangan yang terasa jelas: antara kelembutan material satin dengan struktur outsole yang suportif, antara estetika feminin dengan fungsi sehari-hari.

Dalam pengamatan lebih dekat, kekuatan koleksi ini terletak pada pendekatan teknis yang tidak terasa “teknis”. Cushioning berlapis, desain foldable, hingga material ramah lingkungan disematkan tanpa mengorbankan bentuk. Bahkan elemen personalisasi—melalui shoelaces dan charms—menjadi gestur kecil yang memperkuat relasi antara pemakai dan objeknya. Sepatu tidak lagi hanya dipakai, tetapi juga “diolah” sesuai identitas.
Nayeon sendiri merangkum esensi tersebut dalam satu kalimat sederhana: kenyamanan adalah saat ia bisa menjadi dirinya sendiri. Pernyataan ini mungkin terdengar ringan, namun justru menjadi fondasi naratif kampanye. Di tengah lanskap fashion yang sering kali menuntut performativitas, VIVAIA memilih pendekatan yang lebih subtil—mengembalikan fokus pada rasa.
Menariknya, koleksi ini juga menunjukkan evolusi desain yang cukup signifikan. Margot™ Mary Jane 3.0, misalnya, menghadirkan struktur toe box yang lebih luas tanpa kehilangan siluet sleek-nya, sementara Hybrid Mary Janes menawarkan sentuhan retro lewat bubble sole yang playful namun tetap fungsional. Ada keberanian untuk bereksperimen, tetapi tetap dalam koridor wearability yang kuat.
Sebagai brand yang relatif muda—berdiri pada 2020—VIVAIA tampak semakin percaya diri dalam mendefinisikan posisinya di pasar global. Pendekatan berkelanjutan melalui material daur ulang menjadi nilai tambah, namun yang lebih penting adalah bagaimana nilai tersebut diterjemahkan ke dalam produk yang benar-benar dipakai, bukan sekadar dikagumi.
Kampanye ini, pada akhirnya, bukan hanya tentang sepatu. Ia berbicara tentang bagaimana fashion dapat menjadi medium untuk merasa lebih ringan—secara fisik maupun emosional. Dan melalui kehadiran Nayeon, pesan tersebut tersampaikan dengan cara yang tidak dibuat-buat: tenang, modern, dan sepenuhnya relevan.



