Fauré Le Page memilih kembali menyapa Jakarta dengan cara yang intim namun penuh karakter. Maison asal Paris yang memiliki akar sejarah sejak tahun 1717 ini membuka pop-up boutique terbarunya di Promenade, Ground Floor, Senayan City, menghadirkan sederet koleksi ikonis yang menjadi simbol keahlian dan identitas khas rumah mode tersebut.
Berlangsung mulai 1 Juni hingga 5 Juli 2026, pop-up store ini menjadi ruang perjumpaan antara warisan craftsmanship Prancis dan kebutuhan gaya hidup modern. Di dalamnya, para pencinta luxury leather goods dapat menemukan sejumlah kreasi unggulan, mulai dari Daily Battle, Double Battle, hingga berbagai aksesori khas Fauré Le Page yang selama ini memiliki penggemar setia di berbagai belahan dunia.

Sorotan utama tentu tertuju pada Daily Battle, tote bag yang telah menjadi salah satu ikon maison. Tas ini bukan sekadar aksesori fungsional, melainkan representasi filosofi Fauré Le Page yang selalu menggabungkan keindahan, ketahanan, dan cerita sejarah dalam satu objek. Material kanvasnya dihiasi motif Scale yang khas—sebuah pola yang terinspirasi dari pesona putri duyung sekaligus kekuatan naga. Perpaduan simbol yang mencerminkan dualitas antara daya tarik dan ketangguhan.
Detail-detail yang membentuk Daily Battle juga menyimpan narasi yang menarik. Sudut-sudut tas diperkuat menggunakan kulit calf grained berkualitas tinggi, terinspirasi dari pelindung sudut pada koper-koper berburu klasik. Sementara garis piping yang mengelilingi bagian bawah tas mengambil referensi dari seragam militer, sebuah penghormatan halus terhadap sejarah panjang maison yang pernah dikenal sebagai pembuat perlengkapan untuk kalangan bangsawan dan militer Prancis.
Tahun ini, Fauré Le Page turut memperkenalkan evolusi terbaru dari ikon tersebut melalui Double Battle. Bila Daily Battle dikenal sebagai pendamping harian yang praktis, Double Battle menawarkan fleksibilitas yang lebih dinamis. Tas ini dirancang dengan dua siluet berbeda yang dapat diubah sesuai kebutuhan. Dalam posisi vertikal, tampilannya lebih ringkas dan terstruktur, diamankan oleh sistem snap hook yang praktis. Sementara dalam konfigurasi horizontal, kapasitasnya menjadi lebih lapang untuk menemani aktivitas yang lebih padat.

Fungsionalitas menjadi salah satu kekuatan utama Double Battle. Bagian dalamnya dilengkapi kantong datar dan kompartemen beritsleting yang dibalut kulit dua warna, sementara dua tali bahu dan pegangan tangan berbahan kulit yang dianyam secara manual memberikan pilihan gaya membawa yang fleksibel, baik di bahu maupun digenggam langsung.
Selain kedua koleksi tersebut, pengunjung juga dapat menemukan berbagai kreasi lain seperti Faurever, Ladies First, Dream Bag, beragam pochette, dompet, card holder, hingga aksesori dekoratif seperti medallion, tassel, dan key holder. Seluruhnya merepresentasikan DNA Fauré Le Page yang selalu memadukan unsur estetika, fungsi, dan sentuhan artisan dalam proporsi yang seimbang.
Kehadiran pop-up boutique ini menjadi bagian dari meningkatnya minat pasar luxury Indonesia terhadap maison-maison yang menawarkan karakter kuat dan sejarah autentik. Di tengah dominasi logo besar dan tren sesaat, Fauré Le Page justru hadir dengan pendekatan berbeda: mengedepankan warisan, detail, dan cerita yang terjalin di balik setiap produk.
Selama lebih dari tiga abad, nama Fauré Le Page telah bertahan melewati perubahan zaman. Kini, melalui pop-up terbarunya di Senayan City, maison Paris tersebut kembali mengingatkan bahwa kemewahan sejati tidak selalu berbicara paling keras. Terkadang, ia hadir melalui detail yang dikerjakan dengan sabar, motif yang menyimpan sejarah, dan tas yang dirancang untuk menemani petualangan sehari-hari selama bertahun-tahun.



