Baha Gia resmi membuka flagship store pertamanya di Plaza Indonesia, menandai langkah baru dalam perjalanan brand ini. Lewat kehadiran ruang fisik, Baha Gia ingin membawa pengalaman yang lebih dekat dengan audiensnya.
Toko ini dirancang dengan pendekatan yang personal. Suasananya dibuat cantik, nyaman, dan tenang tanpa banyak elemen yang terasa berlebihan. Penataan ruangnya rapi dan terasa hangat, sehingga pengunjung bisa menikmati koleksi dengan lebih santai.
Material dan tekstur yang digunakan juga dipilih dengan pertimbangan yang jelas. Semuanya mendukung suasana yang lembut dan mudah dinikmati. Pengunjung tetap merasa berada di dalam toko dengan ambience yang lebih menenangkan.
Koleksi Di Tepi Bali yang Ringan dan Mengalir

Bersamaan dengan pembukaan toko, Baha Gia memperkenalkan koleksi terbaru mereka, Vol. VIII Spring Summer 2026 dengan judul Di Tepi Bali. Koleksi ini terasa selaras dengan ruangnya. Ada kesinambungan antara apa yang dilihat dan apa yang dirasakan.
Dari segi desain, koleksi ini mengusung siluet yang ringan. Potongannya sederhana, dengan fokus pada kenyamanan dan keindahan saat dipakai.
Detail tetap menjadi perhatian, terutama dalam finishing dan pemilihan bahan. Ada sentuhan tradisional yang disisipkan, tapi tetap dalam bentuk yang relevan untuk gaya sehari-hari. Koleksi ini terasa fleksibel. Bisa dipakai untuk suasana santai, tapi tetap cukup rapi untuk acara yang lebih formal.

Inspirasi Bali juga terasa lewat pilihan warna dan detail. Paletnya didominasi warna pastel dengan beberapa aksen yang lebih hidup. Referensinya datang dari elemen yang familiar, seperti laut, langit, dan bunga-bunga khas Bali.
Menariknya, elemen tradisional tetap hadir dalam detail. Tidak tampil dominan, tapi cukup untuk memberi
karakter. Perpaduan ini membuat koleksi terasa segar tanpa kehilangan identitas. Pendekatannya tetap ringan. Tidak terlalu literal, tapi cukup untuk memberi nuansa yang konsisten dengan cerita koleksi.

Lewat flagship store ini, Baha Gia menunjukkan cara mereka membangun koneksi dengan audiens. Tidak hanya lewat produk, tapi juga lewat pengalaman ruang.
Pendiri Baha Gia, Bianca Lutfi, menyampaikan bahwa toko ini merupakan perpanjangan dari visi brand. Fokusnya tetap pada rasa nyaman dan pendekatan yang personal.
Dengan desain yang clean, suasana yang nyaman, dan koleksi yang mudah dipakai, brand ini membangun identitas yang terasa konsisten.


