Bagi para pencinta parfum niche, hadirnya butik pertama Byredo di Indonesia bukan sekadar pembukaan store baru, tetapi sebuah momen yang sudah lama dinanti. Di bawah naungan LUXASIA Indonesia, Byredo kini menemukan rumahnya di Plaza Indonesia Level 2, membawa serta semesta yang selama ini hanya bisa dijangkau dari perjalanan ke luar negeri.

Soft opening yang telah berlangsung sejak 13 Februari 2026 menjadi awal yang cukup menarik perhatian banyak pencinta parfum di Jakarta. Hingga akhirnya, pada 22 April 2026 kemarin, butik ini pun diresmikan, menandai babak baru perjalanan Byredo di Indonesia. Sekaligus membawa pendekatan baru dalam menikmati parfum, lebih personal, lebih reflektif, dan jauh dari kesan retail konvensional.
Sebuah Perjalanan Panjang Menuju Jakarta
Byredo bukanlah brand yang dibangun dengan pendekatan konvensional. Didirikan oleh Ben Gorham di Stockholm pada tahun 2006, brand ini lahir dari pendekatan yang sangat personal terhadap memori dan emosi. Tidak sekadar meracik aroma, Byredo menciptakan cerita. Setiap fragrance adalah potongan kenangan, diterjemahkan dalam bentuk yang tidak terlihat… tetapi bisa dirasakan.

Pendekatan ini yang kemudian menjadikan Byredo begitu dicintai secara global. Ia tidak mengikuti tren. Ia menciptakan ruangnya sendiri. Minimal, unik, namun sarat makna. Kehadirannya di Jakarta, pada akhirnya, terasa seperti langkah yang inevitable. Kota ini, dengan ritme yang terus bergerak, kini memiliki ruang untuk berhenti sejenak dan merasakan sesuatu yang lebih dalam.
Plaza Indonesia, Alamat Baru yang Sarat Makna
Pemilihan Plaza Indonesia bukan tanpa alasan. Sebagai salah satu ikon luxury retail di Jakarta, tempat ini memiliki karakter yang selaras dengan dunia Byredo. Elegan, refined, dan memiliki sejarah panjang sebagai destinasi bagi brand-brand global yang memiliki identitas kuat.

Butik Byredo di sini terasa seperti sebuah sanctuary kecil di tengah kota. Dari luar, fasadnya langsung mencuri perhatian dengan bingkai batu monumental yang berdiri kontras dengan kaca transparan. Ada dialog antara solid dan lightness, antara dunia luar yang dinamis dan interior yang terasa lebih tenang. Ini bukan sekadar pintu masuk, tetapi sebuah transisi menuju pengalaman yang lebih personal.
Desain yang Menyentuh Indra Secara Lembut
Masuk ke dalam butik, Anda tidak langsung disambut dengan kemewahan yang mencolok. Sebaliknya, semua terasa subtle. Terukur. Seolah setiap elemen telah dipikirkan dengan sangat hati-hati. Ruang ini digambarkan sebagai eksplorasi terhadap batu, proporsi, dan cahaya di mana material, wewangian, dan ritual berpadu dalam harmoni.

Di tengah ruang, sebuah showcase besar berbahan granit menjadi pusat dari seluruh pengalaman. Di sinilah koleksi parfum Byredo ditampilkan, bukan sebagai produk, tetapi sebagai objek arsitektural. Setiap botol ditempatkan dengan jarak yang presisi. Di sekelilingnya, lantai terrazzo, palet warna netral, dan panel burgundy menciptakan keseimbangan antara rawness dan refinement.
Pada area lounge, atmosfer berubah menjadi lebih intim. Panel kayu lacquered berwarna burgundy membungkus ruang dengan kehangatan yang lembut, sementara detail seperti karpet tenun dari Kasthall menambahkan tekstur yang hampir tak terasa, tetapi begitu signifikan. Bahkan sebuah granite sink untuk koleksi hand care menjadi bagian dari pengalaman, mengubah aktivitas sederhana menjadi sebuah ritual yang tactile dan penuh sensasi.
Sebuah Universe yang Utuh
Butik ini tidak hanya menghadirkan parfum, tetapi juga menghadirkan semesta Byredo secara lengkap. Eau de Parfum menjadi inti, tentu saja. Namun, pengalaman tidak berhenti di sana. Koleksi body care dan hand care memperpanjang narasi aroma ke dalam keseharian, sementara lini home fragrance seperti candles membawa karakter Byredo ke dalam ruang hidup yang lebih personal.

Setiap kategori ditempatkan dengan pendekatan yang sangat curated. Tidak ada yang terasa berlebihan. Semuanya mengalir seperti cerita yang perlahan terbuka. Bahkan gifting pun diposisikan sebagai offering, sesuatu yang memiliki makna lebih dari sekadar objek.
Sebuah Malam yang Intimate, Sebuah Pengalaman yang Personal
Setelah peresmian butik, suasana bergeser ke sesuatu yang lebih intim. Luxina menerima undangan eksklusif dari Luxasia Indonesia dan Byredo untuk menghadiri sebuah intimate dinner, sebuah momen yang terasa seperti perpanjangan dari filosofi brand itu sendiri.


Bertempat di CasaLeña, makan malam ini dirancang bukan sekadar sebagai gathering, tetapi sebagai eksplorasi dari dunia Byredo. Fragrance, design, dan emotion hadir dalam dialog yang halus. Setiap tamu mendapatkan personalized tablescape, lengkap dengan napkin berinisial masing-masing, sebuah detail kecil yang terasa sangat personal dan sangat Byredo.



Malam dibuka oleh Lia Amelia, Country Manager Luxasia Indonesia, yang menyampaikan visi dan perjalanan membawa Byredo ke Indonesia. Di dalam ruang makan private tersebut, beberapa koleksi Byredo juga dihadirkan sebagai instalasi, menyatu dengan ambience makan malam. Aroma menjadi bagian dari percakapan. Tidak dominan, tetapi selalu hadir… seperti latar yang memperkaya setiap momen.
Ketika Fragrance Menjadi Pengalaman
Kehadiran Byredo di Indonesia menghadirkan cara baru dalam memahami fragrance. Aroma bukan sekadar pelengkap, tetapi bagian dari identitas. Bagian dari cerita yang kita bawa, tanpa harus diucapkan.


Di tengah kota yang tidak pernah benar-benar berhenti, butik ini terasa seperti ruang untuk memperlambat waktu. Untuk berhenti sejenak, menarik napas, dan mungkin menemukan aroma yang terasa seperti diri sendiri.
Dan mungkin, itulah yang selama ini ditunggu.


