Chloé Fall/Winter 2026 menekankan pentingnya kepedulian pada human craft. Chemena Kamali memberikan koleksi dengan judul “Devotion” yang merefleksikan keindahan setiap pakaian yang memiliki asal-usul dan makna mendalam. Di tengah runway yang penuh kabut, penekanan pada sentuhan manusia dan kehangatannya menghasilkan karya yang menyatukan di bawah semangat kebebasan Chloé.
Romantisme Bohemian dengan Energi Modern

Look pertama menyambut paduan oversized blazer, Victorian blouses, dan gathered maxi skirt. Hadir juga versi yang menggunakan celana kulit dan sepatu boots yang terasa lebih edgy. Styling ini diimplementasikan pada beberapa looksetelahnya, yang terinspirasi dari gaya bohemian tahun 60-an dengan energi tahun 80-an. Menghadirkan kombinasi warna dan motif yang romantis dan menyegarkan di musim gugur.
Victorian blouses hadir dalam beberapa warna dan motif. Maxi gathered dresses dengan beragam warna memenuhi ruangan dengan keindahan gerakan dan volume. Sementara maxi coats dari vinyl dan wool menambahkan tekstur dan kontras yang mencolok. Ditambah dengan styling gaya rambut yang terurai, melambangkan kebebasan dalam jiwa dan gerakan.
Warisan Craft dan Aksesoris Ikonik Chloé

Terinspirasi dari traditional costumes dan folkloric craft. Terlihat dari embroideries pada berbagai blus, rok, dan cardigan. Dari embroideries ini, Chemena Kamali mengingatkan kita bahwa pakaian yang dipakai membutuhkan waktu untuk membuatnya. Setiap pakaian tidak memiliki hasil yang sepenuhnya sama dan sempurna, dan di situlah keindahannya.
Hadir berbagai aksesoris menarik seperti ikat pinggang yang mencolok khas dari Chloé. Kali ini, detail ikat pinggang tersebut merupakan rangkaian kuda yang kakinya membentuk kata “Chloé”. Juga hadir kembali tas Paddington dengan ukuran yang lebih besar, dengan perpaduan bahan kulit dan canvas atau woven.

Chemena Kamali menegaskan kepeduliannya terhadap proses pembuatan pakaian yang membutuhkan waktu, ketelitian, dan keahlian. Melalui koleksi ini, ia merayakan sejarah Chloé tidak sekadar nostalgia, tetapi sebagai warisan yang terus hidup—diperkaya oleh semangat kebersamaan, konektivitas, dan perempuan yang saling menginspirasi dari generasi ke generasi.





