Di tengah perayaan 50 tahun Nautilus yang mendominasi percakapan Watches and Wonders 2026 lalu, Patek Philippe diam-diam memperkenalkan dua jam tangan yang mungkin akan lebih sering dibicarakan dalam satu dekade mendatang dibanding saat pertama kali diluncurkan: Golden Ellipse Ref. 5738G-001 dan Golden Ellipse Ref. 3738/100G-014. Keduanya tampil dalam balutan emas putih dan dial sunburst olive green yang belum pernah terlihat sebelumnya dalam keluarga Golden Ellipse. Lebih dari sekadar warna baru, keduanya merupakan sebuah pernyataan tentang identitas.
Golden Ellipse bukanlah koleksi yang lahir dari kebutuhan fungsional. Ketika diperkenalkan pada 1968, ia lahir dari gagasan estetika. Bentuknya mengikuti prinsip golden ratio—rasio matematis yang sejak zaman Yunani kuno dianggap sebagai representasi harmoni visual paling sempurna. Berbeda dari jam tangan bulat atau persegi yang mendominasi industri, Golden Ellipse selalu berada di wilayah yang lebih artistik, lebih intelektual, dan sedikit lebih eksklusif. Peluncuran tahun ini terasa istimewa karena Patek Philippe tidak berusaha mengubah DNA tersebut. Sebaliknya, mereka justru kembali ke akar terdalamnya.

Ref. 5738G-001 hadir dalam format Jumbo berukuran 34,5 x 39,5 mm, meneruskan interpretasi modern Golden Ellipse yang telah dikenal beberapa tahun terakhir. Sementara itu, Ref. 3738/100G-014 menghadirkan sesuatu yang jauh lebih menarik bagi para kolektor: kembalinya proporsi klasik Golden Ellipse berukuran 31,1 x 35,6 mm, sebuah ukuran yang selama puluhan tahun dianggap sebagai bentuk paling murni dari desain asli koleksi ini. Setelah lama menghilang dari katalog modern, referensi 3738 akhirnya kembali ke panggung utama.
Namun daya tarik terbesar kedua model ini justru terletak pada warnanya. Olive green bukan warna yang asing bagi Patek Philippe. Dunia horologi masih mengingat Nautilus 5711 olive green yang menjadi fenomena kolektor pada 2021. Namun pada Golden Ellipse, warna tersebut memiliki makna yang berbeda. Patek Philippe secara eksplisit menyebut dial sunburst olive green ini sebagai penghormatan terhadap estetika tahun 1970-an—dekade ketika Golden Ellipse menikmati masa kejayaannya. Warna hijau yang dalam, berpadu dengan pantulan cahaya keemasan dan case emas putih yang dingin, menciptakan nuansa yang terasa sekaligus vintage dan kontemporer.

Pilihan warna ini sebenarnya sangat cerdas. Jika melihat arsip desain interior Italia, furnitur modernis, otomotif luxury, hingga dunia mode pada dekade 1970-an, olive green adalah salah satu warna yang paling mewakili era tersebut. Anehnya, Golden Ellipse yang lahir pada 1968 justru baru menerima interpretasi warna ini hampir enam dekade kemudian. Hasilnya terasa begitu alami, seolah warna tersebut memang telah menunggu selama bertahun-tahun untuk akhirnya menemukan rumahnya.sm
Kedua model menggunakan mesin otomatis Caliber 240 dengan micro-rotor emas 22 karat, sebuah movement ultra-tipis yang telah menjadi bagian penting sejarah Patek Philippe sejak akhir 1970-an. Ketebalan case hanya 5,9 mm, menjadikannya salah satu jam tangan tertipis dalam koleksi saat ini. Tidak ada jendela tanggal dan tidak ada komplikasi tambahan. Hanya jam dan menit. Sebuah pengingat bahwa luxury sejati tidak selalu membutuhkan demonstrasi teknis yang berlebihan.

Menariknya, peluncuran Golden Ellipse ini muncul pada saat industri jam tangan justru sedang bergerak ke arah yang berlawanan. Selama satu dekade terakhir, pasar dikuasai sports watch dengan ukuran besar, gelang terintegrasi, dan komplikasi yang semakin kompleks. Di tengah arus tersebut, Patek Philippe memilih menghadirkan dua jam tangan dress watch ultra-tipis yang bahkan tidak memiliki jarum detik. Pilihan itu terasa hampir radikal.
Karena sesungguhnya yang sedang dijual Patek Philippe bukanlah fitur baru, melainkan sebuah gagasan yang semakin langka dalam industri modern: proporsi. Harmoni. Kesederhanaan. Dan keyakinan bahwa desain yang benar-benar baik tidak membutuhkan pembaruan setiap musim.
Ref. 5738G-001 berbicara kepada generasi baru yang menginginkan kehadiran lebih tegas di pergelangan tangan. Ref. 3738/100G-014, sebaliknya, adalah surat cinta kepada para puris yang memahami mengapa ukuran klasik masih memiliki relevansi hingga hari ini. Bersama-sama, keduanya menunjukkan bahwa Golden Ellipse tidak sedang mencoba mengikuti tren. Ia sedang kembali menjadi dirinya sendiri.



