Selama hampir dua abad, Guerlain Paris memaknai kecantikan sebagai warisan yang hidup. Terinspirasi oleh alam dan sejarah, Maison ini menciptakan karya yang melampaui fungsi, menjelma menjadi simbol budaya. Bee Bottle, botol ikonis yang pertama kali dirancang untuk Permaisuri Eugénie, merefleksikan geometri Place Vendôme dan kemewahan Parisian yang tak lekang oleh waktu.
Keanggunan Global Ambassador
Dalam perayaan terbarunya, Guerlain menghadirkan Song Hye Kyo sebagai Global Ambassador yang menyatu dengan simbol abadi tersebut. Sosoknya merepresentasikan pertemuan halus antara heritage Prancis dan modernitas Korea. Dengan keanggunan yang tenang dan ekspresi yang presisi, Song Hye Kyo menghadirkan dimensi baru pada Bee Bottle tanpa menghilangkan esensi historisnya.

“The Bee Bottle feels alive — a creation shaped by light, patience and craft. I’m honored to celebrate this icon with Guerlain and to share its spirit with those who seek beauty with meaning.” SONG HYE-KYO
Song Hye Kyo dan Guerlain
Dirayakan lintas benua, Song Hye Kyo membawa nuansa ringan namun bermakna pada ikon Guerlain ini. Sensitivitas artistiknya menemukan resonansi alami dalam filosofi Maison yang dibangun atas detail, emosi, dan ketelitian. Sebuah dialog visual dan emosional yang terasa relevan dengan lanskap luxury beauty global hari ini.
Bee Bottle Guerlain
Di dalam Bee Bottle pilihannya, Song Hye Kyo menyimpan Angélique Noire dari koleksi L’Art & La Matière, salah satu interpretasi Guerlain yang paling dicintai. Wewangian ini memadukan kontras antara kelembutan dan kekuatan, menghadirkan aroma yang subtil namun berkarakter, sejalan dengan persona sang aktris.
Tangan Para Artisan Guerlain
Setiap Bee Bottle dikerjakan satu per satu oleh tangan para artisan Guerlain, dengan lebah yang diaplikasikan secara manual dan opsi personalisasi layaknya haute couture. Untuk momen ini, Bee Bottle milik Song Hye Kyo dikustomisasi secara khusus. Sebuah penegasan bahwa keindahan sejati lahir dari perhatian, presisi, dan dedikasi terhadap detail.


