Suasana sudut butik MCM di Plaza Indonesia sore itu terasa hangat, akrab, dan tanpa pretensi—seperti ruang singgah bagi mereka yang merayakan akhir tahun dengan secangkir percakapan yang jujur. Bersama komunitas LUXINA, MCM merayakan Festive Seasons dalam nada yang bersahaja: obrolan rencana liburan, gelak tawa yang tidak dibuat-buat, dan kisah kecil di balik koleksi Autumn/Winter 2025 yang baru saja mendarat. Ada sesuatu yang intim dalam pertemuan ini, seolah setiap tas dan aksesori memiliki narasi yang menunggu diperdengarkan.

Warisan klasik MCM
Koleksi MCM Autumn/Winter 2025 sendiri bergerak di antara nostalgia dan imajinasi futuristik. Dengan tema besar “Cyber-Galactic Nomads,” MCM merangkai ulang warisan klasiknya—terutama monogram Visetos—ke dalam material kontemporer seperti leather halus, nylon teknis, dan ponte yang memberi struktur pada siluet. Palet musim ini tetap setia pada karakter MCM, namun diberi napas baru melalui warna denim biru, khaki, serta interpretasi motif yang lebih eksperimental.

Pesona Herringbone
Di antara semua babak yang diperkenalkan, “Herringbone” chapter menjadi pusat perhatian. Motif cognac Visetos yang khas diperhalus dengan pola herringbone dan aksen emas, menghasilkan tekstur visual yang terasa lebih matang dan elegan. Beberapa model seperti bucket tote Aren, crossbody Tracy, dan hobo Crescent tampil menawan dalam palet soft-pink Visetos—memberi kontras lembut yang memperkaya karakter MCM tanpa kehilangan keintimannya. Ada nuansa keanggunan yang tidak berusaha keras, hanya hadir dengan penuh keyakinan.



Herringbone-line ini menunjukkan bagaimana MCM bergerak maju tanpa memutus garis tradisi. Ini adalah evolusi, bukan revolusi: desain yang masih menegakkan monogram, tetapi dipahat ulang melalui bahasa visual yang lebih modern, fashion-forward, dan kompatibel dengan ritme gaya hidup urban saat ini. Bagi pecinta tas statement, Herringbone menawarkan kombinasi yang sulit ditolak—antara ketegasan identitas dan sentuhan kehalusan yang membuatnya terasa lebih dewasa.


Meski begitu, koleksi ini tetap memberikan ruang interpretasi. Mereka yang lebih menyukai gaya minimalis mungkin akan merasa estetika MCM masih terlampau ekspresif. Namun justru di situlah kekuatannya: MCM AW25 hadir sebagai manifesto visual untuk mereka yang tidak takut memaknai gaya sebagai bentuk keberanian personal. Dan dari sudut butik Plaza Indonesia hari itu, terasa jelas bahwa MCM bukan sekadar merilis koleksi baru—melainkan memperkaya percakapan tentang apa artinya tampil relevan, berkarakter, dan tetap setia pada diri sendiri.














