Ada alasan mengapa Longchamp selalu berhasil mempertahankan relevansi Le Pliage selama lebih dari tiga dekade. Tas ini bukan sekadar ikon fashion Parisian, tetapi bagian dari ritme keseharian perempuan modern—ringan, praktis, effortless, namun tetap memiliki identitas visual yang kuat. Untuk Fall/Winter 2026, Longchamp kembali mengolah warisan tersebut melalui pendekatan yang terasa lebih tajam, grafis, dan sangat kontemporer lewat dua interpretasi baru: Le Pliage One dan Le Pliage Xtra.
Musim ini, Longchamp tidak bermain dengan detail yang rumit. Maison asal Prancis tersebut justru memilih bahasa desain yang lebih bersih dan penuh keyakinan: monokrom. Sebuah pendekatan yang terdengar sederhana, tetapi dalam fashion justru menuntut presisi tinggi agar terlihat sophisticated, bukan datar.

Le Pliage One hadir sebagai reinterpretasi paling minimalis dari tas ikonik tersebut. Longchamp menyebutnya sebagai persamaan sederhana: one icon, one concept, one color. Seluruh elemen tas—mulai dari kanvas nylon daur ulang 70 persen, flap kulit sapi, hingga hardware—dibalut dalam satu warna utuh tanpa distraksi. Hasilnya terasa modern, streamlined, dan sangat relevan dengan selera generasi fashion insider saat ini yang semakin menyukai luxury dengan kesan understated.
Siluetnya juga mengalami evolusi subtil. Format tas dibuat sedikit lebih memanjang dengan handle lebih panjang sehingga nyaman dipeluk dekat tubuh. Cara membawa tas pun terasa berubah: lebih santai, lebih personal, hampir seperti extension dari gaya hidup urban sehari-hari.
Palet warnanya bergerak dari hitam pekat, charcoal grey, beige, hingga burgundy yang elegan. Namun yang paling menarik justru hadir dalam versi lemon yellow—warna cerah yang memberi energi baru pada estetika monokrom Longchamp. Shade ini terasa playful tanpa kehilangan karakter chic khas Parisian woman.

Sementara itu, Le Pliage Xtra menawarkan arah yang sedikit berbeda. Jika Le Pliage One bermain dalam kesederhanaan yang bersih, maka Xtra tampil lebih fashionable dengan siluet East-West elongated yang sedang mendominasi lanskap aksesori global. Bentuk ramping memanjang ini memberi kesan sleek saat dikenakan di bahu atau tucked under the arm, menciptakan attitude yang lebih directional.
Dibuat dari supple cowhide leather, Le Pliage Xtra tampil dalam nuansa warna yang lebih dalam seperti Mocha, Lime, Tundra, hingga Wave, berdampingan dengan warna klasik seperti Black, Paper, Cashew, dan Dove. Proporsinya dirancang untuk kehidupan urban yang dinamis—cukup ramping untuk terlihat refined, namun tetap fungsional untuk membawa kebutuhan sehari-hari.

Ada satu detail penting yang memperlihatkan bagaimana Longchamp memahami kultur fashion saat ini: tas ini dirancang untuk dipersonalisasi dengan charms dan aksesori tambahan. Sebuah sentuhan yang sangat relevan dengan kebiasaan generasi baru luxury consumer yang gemar menjadikan tas sebagai medium ekspresi personal.
Di bawah arahan artistik Sophie Delafontaine, Longchamp tampaknya semakin piawai membaca perubahan selera pasar luxury modern. Bahwa kemewahan hari ini tidak selalu harus loud atau heavily decorated. Kadang justru hadir lewat satu warna penuh keyakinan, siluet yang tepat, dan desain yang mampu hidup dalam keseharian.


