Di panggung Dewi Fashion Knights 2025 Jakarta Fashion Week 2026, Auguste Soesastro menghadirkan sesuatu yang lebih dari sekadar koleksi couture, ia menghadirkan lintasan sejarah. Melalui tajuk “Made in the World”, KRATON menelusuri kembali denyut pelabuhan-pelabuhan kuno di Sumatra, di mana berabad-abad lalu para saudagar, penenun, dan perajin dari berbagai penjuru dunia saling bertukar budaya, teknik, dan estetika.

Koleksi ini adalah selebrasi dari dunia yang terjalin: tekstur India, brokat Jepang, songket dan batik Sumatra berpadu menjadi satu narasi visual tentang pertemuan Timur dan Barat. Inspirasi awalnya datang dari pameran “Port Cities” di Asian Civilisations Museum, yang menyorot pertukaran lintas budaya di Asia sejak tahun 1500-an hingga 1900-an. Di tangan Auguste, semangat sejarah itu dihidupkan kembali dalam potongan kontemporer yang tetap berakar pada keanggunan Indonesia.
Songket emas dari Sumatra, dengan benang suplemen yang berkilau, menjadi simbol konkret dari percampuran teknik India, Sriwijaya, dan Tiongkok. Sementara batik Jambi dan batik pesanan khusus dari Jawa untuk pasar Sumatra memperlihatkan betapa panjangnya tradisi adaptasi dalam estetika Nusantara.

Namun Made in the World bukan sekadar arsip tekstil yang dihidupkan kembali. Auguste menyorot babak baru dalam narasi global: ketika pada 1920-an, orientalisme menjadikan “Timur” sebagai fantasi eksotis di mata Barat — kini, seabad kemudian, Timurlah yang berbicara dengan bahasanya sendiri. Di tangan Auguste, warisan yang dulu diambil alih kini tampil sebagai simbol kebanggaan dan identitas.
Walau kaya warna dan motif, koleksi ini tetap menyimpan DNA KRATON: potongan arsitektural yang tegas, siluet imperial dengan “imperial collars” khas Auguste, serta kesan kemewahan yang tidak berteriak. Sebuah langkah keluar dari zona nyaman minimalis sang desainer, namun tanpa kehilangan jiwanya — tenang, terukur, namun berdaulat. Pola-pola Auguste yang sudah dipatenkannya hadir dalam tekstur dan warna yang vibran.

Sejak berdiri pada 2008, KRATON telah menjadi rumah mode yang menjembatani teknik couture dengan nilai-nilai budaya Indonesia. Nama “kraton” sendiri melambangkan istana, pusat kebijaksanaan dan kehalusan. Dalam setiap jahitan, Auguste membawa misi melestarikan keindahan warisan nusantara dengan standar etika dan kualitas setinggi dunia mode internasional.
Dari Jakarta hingga Paris, dari Sumatra hingga dunia, KRATON Auguste Soesastro menegaskan kembali makna sejati dari labelnya: Made in the World, tapi berjiwa Indonesia.



