Luxina, Hermès kembali menegaskan keunggulannya dalam dunia horologi artistik dengan merilis Slim d’Hermès Faubourg of Dreams, sebuah mahakarya yang menggabungkan ketepatan teknis, warisan seni, dan filosofi waktu yang puitis dalam satu jam tangan, yang diluncurkan pada Watches and Wonders 2025 bulan April lalu. Terbatas hanya 24 buah di seluruh dunia, arloji ini bukan sekadar alat penunjuk waktu, tetapi juga kanvas tiga dimensi yang menghidupkan imajinasi dan kerajinan tinggi.
Dirancang oleh Philippe Delhotal pada tahun 2015 sebagai bagian dari koleksi Slim d’Hermès, model ini menampilkan estetika ramping dan minimalis yang telah menjadi ciri khasnya. Namun dalam edisi Faubourg of Dreams, Hermès melampaui batasan teknik tradisional dengan menghadirkan siluet kuda yang dibentuk melalui ukiran dan lukisan miniatur, menciptakan ilusi gerak yang memesona di atas dial. Kuda ini — simbol klasik dalam narasi Hermès — tampak melompat dari permukaan dial, dikelilingi oleh latar bernuansa mimpi dengan palet warna kuning dan biru yang hidup, hasil dari proses pewarnaan sutra yang rumit.

Inspirasi desain ini bersumber dari syal sutra Hermès Faubourg of Dreams, menghadirkan kesinambungan antara dunia fashion dan horologi. Perpaduan warna dan bentuk dalam dial menggambarkan pertemuan antara imajinasi dan teknik, antara seni dan waktu.
Dengan diameter case 39,5 mm, jam tangan ini menyajikan proporsi yang sempurna untuk pemakai yang menghargai keanggunan dan kenyamanan. Ditenagai oleh mesin ultra-tipis H1950 buatan in-house dengan daya simpan tenaga hingga 48 jam, arloji ini mengusung movement self-winding dengan cadangan daya yang efisien, menegaskan bahwa performa tidak dikorbankan demi estetika. Case putih dari emas 18 karat dibalut strap kulit crocodile, merayakan keahlian leatherwork Hermès yang sudah melegenda.
Hermès tidak menciptakan jam tangan untuk semua orang. Slim d’Hermès Faubourg of Dreams adalah pernyataan — tentang eksklusivitas, tentang warisan, dan tentang waktu yang ditafsirkan sebagai puisi visual. Di tengah dunia horologi yang kerap mengagungkan kerumitan teknis dan komplikasi, Hermès justru menawarkan refleksi dan keheningan, sebuah jam tangan yang menyentuh sisi emosional dari sang pemakainya.



