Saya sudah menuliskan sebelumnya, ( Perkenalkan: Squale, Jam Tangan Menyelam Swiss Independen Dengan Warisan Yang Panjang )bahwa jam tangan Squale, memiliki kontribusi yang lumayan besar pada perkembangan jam tangan selam buatan Swiss. Dan dalam dunia horologi modern yang dipenuhi re-edition, heritage revival, dan upaya menghidupkan kembali masa lalu, hanya sedikit jam tangan yang benar-benar tidak pernah meninggalkan panggung. Sebagian besar harus dilahirkan kembali untuk mengingatkan publik akan kejayaannya. Namun tidak demikian dengan Squale 1521.
Selama lebih dari enam dekade, desainnya nyaris tidak berubah. Tidak karena kekurangan ide, melainkan karena sejak awal ia telah menemukan bentuk idealnya. Tahun ini, Squale kembali menegaskan posisi 1521 sebagai koleksi paling ikonik dalam katalognya. Sebuah model yang namanya berasal dari referensi produksi asli yang diberikan pendiri Squale, Charles Von Büren, pada era 1960-an, ketika jam tangan selam masih berada dalam fase awal evolusinya.
Pada masa itu, penyelaman bukanlah gaya hidup yang dipromosikan di media sosial atau bagian dari tren luxury sports watch. Menyelam adalah aktivitas profesional yang menuntut instrumen yang benar-benar dapat diandalkan. Dalam konteks itulah Squale membangun reputasinya.
Tidak banyak yang menyadari bahwa sebelum menjadi merek yang dikenal para kolektor, Squale merupakan salah satu pemasok case jam tangan selam paling penting di Swiss. Antara dekade 1960-an hingga 1980-an, perusahaan ini memasok komponen untuk puluhan merek lain, termasuk beberapa nama besar dalam industri horologi. Logo hiu khas Squale yang ditempatkan di posisi pukul enam pada dial kala itu menjadi simbol ketahanan air dan keandalan teknis.
Warisan inilah yang membuat Squale berbeda dari banyak merek heritage lain yang lahir dari nostalgia. Squale tidak sedang menceritakan masa lalu. Mereka adalah bagian dari masa lalu itu sendiri.
Sebuah Blueprint Dive Watch
Jika ada satu model yang dapat dianggap sebagai DNA Squale, maka jawabannya adalah 1521. Dirancang pada awal 1970-an, jam tangan ini lahir dengan filosofi yang sederhana: elegan di pergelangan tangan, namun cukup tangguh untuk memenuhi kebutuhan penyelam profesional.
Lebih dari empat puluh tahun kemudian, desain tersebut masih dianggap sebagai salah satu blueprint terbaik untuk dive watch modern. Proporsinya nyaris sempurna. Diameter 42 mm terasa proporsional untuk penggunaan sehari-hari, sementara konstruksi baja tahan karat 316L dan ketahanan air hingga 500 meter memastikan statusnya sebagai tool watch sejati.
Salah satu ciri yang paling mudah dikenali adalah posisi crown pada pukul empat. Detail ini bukan keputusan estetis semata. Charles Von Büren merancangnya untuk mengurangi risiko benturan ketika digunakan menyelam, sekaligus mencegah crown terbuka secara tidak sengaja saat berada di bawah tekanan air.
Dalam dunia desain industri, solusi yang baik sering kali terlihat sederhana. Pada Squale 1521, kesederhanaan itulah yang menjadi identitas. Bezel satu arah dengan 120 klik presisi, kristal safir anti gores, serta indeks dan jarum berlapis SuperLumiNova melengkapi karakter profesionalnya. Semua elemen hadir bukan sebagai dekorasi, tetapi sebagai bagian dari fungsi.

Mesin Swiss yang Teruji Waktu
Di balik tampilannya yang klasik, 1521 ditenagai oleh mesin otomatis Sellita SW200-1, salah satu movement Swiss yang paling banyak digunakan dan paling dipercaya dalam industri saat ini. Bekerja pada frekuensi 28.800 getaran per jam dengan cadangan daya sekitar 42 jam, movement ini dikenal karena kemampuannya menghadapi penggunaan aktif sehari-hari. Frekuensi tinggi tersebut membantu jam tangan pulih lebih baik dari guncangan dibandingkan kaliber dengan frekuensi lebih rendah.
Bagi kolektor yang menginginkan tingkat akurasi lebih tinggi, Squale juga menawarkan varian bersertifikasi COSC. Pada versi ini, detail finishing dibuat lebih mewah melalui kombinasi satin brushing dan polished bevel yang memberikan dimensi visual lebih kaya tanpa menghilangkan karakter tool watch yang menjadi akar koleksinya.
Ketika Heritage Menjadi Relevan Kembali
Menariknya, kebangkitan minat terhadap Squale dalam beberapa tahun terakhir terjadi bersamaan dengan perubahan selera para kolektor.
Di tengah dominasi nama-nama besar, semakin banyak penggemar jam tangan mencari sesuatu yang lebih autentik. Mereka tidak hanya membeli desain yang terinspirasi masa lalu, tetapi ingin memiliki bagian dari sejarah itu sendiri. Squale menawarkan hal tersebut.
Nama ini mungkin tidak memiliki kekuatan pemasaran sebesar raksasa industri Swiss. Namun justru di situlah daya tariknya. Para kolektor melihat Squale sebagai merek yang tetap setia pada identitasnya, tidak terjebak dalam tren, dan terus mempertahankan hubungan erat dengan dunia penyelaman profesional.
Tak heran jika jam tangan Squale pernah dikenakan oleh legenda freediving seperti Giuliana “Jolly” Treleani, Jean Tapu, Enzo Maiorca, hingga Jacques Mayol. Bahkan dalam beberapa dekade terakhir, Squale juga menciptakan edisi khusus untuk berbagai unit militer Italia, mulai dari Angkatan Laut hingga pasukan penyelam Comsubin.
Semua itu memperkuat satu hal: reputasi Squale tidak dibangun melalui kampanye pemasaran, melainkan melalui pengalaman nyata di lapangan.



