Luxina, Pameran Visionary Journeys karya Louis Vuitton tengah mengambil alih ruang Nakanoshima Museum of Art, Osaka sejak 15 Juli hingga 17 September 2025. Pameran ini dikenal sebagai salah satu destinasi seni kontemporer terdepan di Jepang. Museum ini menjadi panggung bagi perayaan 170 tahun rumah fashion asal Prancis tersebut. Pameran ini membawa pengunjung melintasi waktu dan geografi dalam 12 bab tematik. Bab-bab ini digarap apik oleh kurator fashion ternama Florence Müller dan arsitek Shohei Shigematsu dari OMA.



Setiap ruang dalam Visionary Journeys dirancang seperti babak dalam sebuah novel visual. Babak ini dimulai dari Asnières yang menampilkan asal-usul keluarga Vuitton. Kemudian berlanjut hingga ‘Louis Vuitton and Japan’ yang menampilkan percakapan lintas budaya antara Prancis dan Jepang. Trunk ikonik ini dipajang berdampingan dengan artefak Jepang di atas platform floating tatami yang multisensorik. Karya arsitektural paling mencuri perhatian di awal pameran adalah instalasi kolom trunk setinggi lima lantai. Kolom ini dibuat dari washi paper bermotif Monogram yang menyala dari dalam. Di ruang Testing, pengunjung bisa menyaksikan langsung bagaimana kualitas tas dan koper LV diuji dengan mesin bernama ‘Louise’ dan ‘Louisette’.

Pameran ini memang dibuat lebih interaktif sehingga pengunjung mendapatkan experience yang unik. Ada rasa ritmis antara arsitektur, desain produk, dan eksplorasi dari Louis Vuitton. Visionary Journeys mengajak kita melihat bahwa desain bisa menjadi medium untuk menyulam cerita, lintas waktu dan lintas budaya.


