Luxina, Di Palais Brongniart yang bersejarah, Hermès menutup satu bab (panjang) penting dalam sejarah fashion pria dengan cara yang paling Hermès: tenang, presisi, dan penuh makna. Koleksi Men’s Ready-to-Wear Fall/Winter 2026 bukan sekadar presentasi musiman, melainkan statement nilai—dan sebuah salam perpisahan elegan dari Véronique Nichanian setelah 38 tahun membentuk identitas maskulinitas Maison ini.

Saya yang sudah terekspos dengan Nichanian, melihat dan merasakan karyanya sepanjang hampir 20 tahun berkarir sebagai jurnalis fashion yang meliput Paris Men’s Fashion Week, sulit untuk tidak membaca koleksi ini sebagai refleksi personal. Siluetnya bersih dan percaya diri, bergerak dengan ritme alami tubuh pria modern. Tidak ada gestur berlebihan, tidak ada teatrikal kosong. Justru di sanalah kekuatan Hermès: quiet luxury yang tidak perlu menjelaskan dirinya sendiri.

Outerwear tampil sebagai protagonis. Mantel kulit dengan sentuhan supple yang nyaris tak berbunyi saat bergerak, lapisan wol dengan konstruksi presisi, hingga permainan material teknis yang terasa relevan dengan kehidupan kontemporer. Semua dirancang dengan satu benang merah: proteksi, kenyamanan, dan durabilitas. Ini adalah pakaian yang dibuat untuk hidup—dipakai, bergerak, dan bertahan lama.

Proporsi terasa matang, nyaris intuitif. Setiap detail hadir seperlunya, tidak lebih. Inilah ciri khas Nichanian yang selama puluhan tahun mendefinisikan Hermès menswear: pakaian yang fungsional namun refined, effortless namun sangat terkontrol. Sebuah kemewahan yang tidak berteriak, melainkan berbisik pada mereka yang peka.

Yang membuat koleksi ini istimewa adalah nuansa emosionalnya. Ini bukan koleksi penutup yang nostalgik atau sentimentil, melainkan pernyataan terakhir yang jujur dan utuh. Sebuah konfirmasi bahwa nilai-nilai Hermès—craftsmanship luar biasa, desain abadi, dan maskulinitas modern yang understated—akan terus hidup melampaui runway.
Fall/Winter 2026 terasa seperti surat cinta untuk pria Hermès: mereka yang menghargai kualitas di atas trend, makna di atas sensasi, dan waktu di atas kecepatan. Véronique Nichanian tidak meninggalkan warisan berupa siluet semata, tetapi sebuah filosofi berpakaian.





