Di tepian Laut Andaman yang berkilau diterpa cahaya pagi, dua ekor hiu bambu muda berenang perlahan menuju habitat alaminya. Momen tersebut menjadi penanda pencapaian penting bagi JW Marriott Khao Lak Resort & Spa, yang bertepatan dengan International Shark Awareness Day pada 14 Juli, berhasil melepas hiu bambu ke-69 dan ke-70 ke perairan Thailand. Lebih dari sekadar seremoni, pelepasliaran ini mencerminkan bagaimana sebuah destinasi mewah dapat mengambil peran aktif dalam menjaga kekayaan hayati laut yang menjadi daya tarik utamanya.

Oceans for All
Sejak 2022, JW Marriott Khao Lak menjadi resort pertama di daratan utama Thailand yang mendirikan pusat pembiakan hiu bambu bersama Oceans for All. Seluruh operasional program didanai oleh resort, mulai dari perawatan telur hingga hiu siap kembali ke alam liar. Bersama organisasi konservasi tersebut, lebih dari 200 hiu bambu telah dilepas ke perairan Thailand Selatan sejak program dimulai pada 2018. Pencapaian pelepasan hiu ke-70 menjadi tonggak penting dalam upaya memulihkan ekosistem terumbu karang di sepanjang pesisir Andaman.

Satwa di kategori Near Threatened
Meski kerap diasosiasikan sebagai predator, hiu bambu (Chiloscyllium punctatum) justru dikenal sebagai salah satu spesies hiu paling jinak. Satwa yang masuk kategori Near Threatened menurut IUCN ini memiliki peran vital sebagai penjaga keseimbangan terumbu karang dengan memangsa ikan kecil dan invertebrata yang berpotensi mengganggu ekosistem. Kehadiran mereka kembali di Laut Andaman menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menjaga keanekaragaman hayati laut Thailand sekaligus meningkatkan ketahanan ekosistem pesisir terhadap berbagai tekanan lingkungan.

Konservasi di JW Marriott Khao Lak
Semangat konservasi di JW Marriott Khao Lak tidak berhenti di balik laboratorium atau pusat penelitian. Para tamu diajak memahami pentingnya pelestarian laut melalui kunjungan edukatif ke pusat pembiakan hiu yang dipandu para ahli dari Oceans for All. Pengalaman ini melengkapi keberadaan JW Garden, kawasan pertanian organik seluas 27 hektare yang menjadi simbol filosofi keberlanjutan resort. Bahkan saat proses check-out, tamu dapat berpartisipasi melalui donasi sukarela sebesar US$1 yang seluruhnya digunakan untuk mendukung perawatan dan pelepasan hiu-hiu berikutnya.

Prosesi Pelepasan Hiu
Yang membuat program ini terasa begitu personal adalah prosesi pelepasannya. Alih-alih menjadi atraksi besar, setiap hiu dipercayakan kepada seorang tamu untuk dilepas langsung ke laut. Pengalaman sederhana namun penuh makna ini menciptakan hubungan emosional antara wisatawan dengan alam yang mereka nikmati selama menginap. Di balik setiap pelepasan, terdapat dedikasi tim konservasi, termasuk Shark Nursery Officer Ying Pemika Choovanichchanon, yang merawat setiap hiu sejak menetas hingga siap menghadapi kehidupan di habitat alaminya, sekaligus mengubah persepsi anak-anak bahwa hiu bukanlah hewan yang harus ditakuti, melainkan dijaga.

Green Hotel Standard
Program konservasi hiu bambu menjadi bagian dari komitmen keberlanjutan JW Marriott Khao Lak yang lebih luas, mulai dari perolehan Green Hotel Standard dari Thailand’s Department of Environmental Quality Promotion hingga target mencapai netral karbon pada 2030. Inisiatif ini juga selaras dengan Serve 360, platform tanggung jawab sosial Marriott International yang berfokus pada pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Setelah dinobatkan sebagai Thailand’s Best Beach & Island Resort selama tiga tahun berturut-turut dalam Travel + Leisure Luxury Awards Asia Pacific 2026, JW Marriott Khao Lak membuktikan bahwa kemewahan masa kini bukan hanya tentang layanan kelas dunia, melainkan juga tentang meninggalkan jejak positif bagi destinasi yang menjadi rumahnya.



