Jakarta kini punya pilihan baru untuk menyelenggarakan berbagai acara dengan hadirnya Sudirman Hall, venue multi-purpose yang berlokasi di Lantai 2 Sequis Tower, kawasan SCBD. Dikembangkan dan dikelola oleh FARPOINT Realty Indonesia, Sudirman Hall dirancang bukan sekadar sebagai ruang untuk menggelar acara, tetapi sebagai destinasi hospitality yang mempertemukan manusia, gagasan, pengalaman, dan berbagai bentuk perayaan.

Resmi dibuka pada 26 Agustus 2026, Sudirman Hall memiliki kapasitas hingga 500 tamu dan menawarkan fleksibilitas untuk berbagai kebutuhan, mulai dari forum eksekutif, konferensi, pertunjukan live, brand experience, pernikahan, hingga perayaan sosial. Konsep tersebut didukung oleh kombinasi ruang yang dirancang secara matang, teknologi produksi profesional, serta layanan hospitality.

Kehadiran Sudirman Hall juga memperluas fungsi Sequis Tower sebagai salah satu alamat bisnis utama Jakarta. Lokasinya berada di kawasan yang dikelilingi sejumlah destinasi penting, dengan akses berjalan kaki sekitar lima menit menuju SCBD Park, enam menit menuju Pacific Place dan ASHTA District 8, serta sekitar tujuh menit dari Stasiun MRT Istora Mandiri.
Ruang yang Fleksibel untuk Beragam Format Acara
Salah satu kekuatan utama Sudirman Hall terletak pada pilihan ruangnya. Seluruh area dikurasi oleh desainer yang telah diakui secara internasional, Shay Lam, dengan pendekatan yang memungkinkan venue beradaptasi terhadap kebutuhan acara yang berbeda.
Main Hall menjadi ruang utama dengan kapasitas hingga 500 tamu. Area ini dirancang untuk berbagai kebutuhan, termasuk konser, pertunjukan, pernikahan, perayaan, hingga pengalaman merek. Kehadiran area pre-function yang luas juga memungkinkan penyelenggara mengakomodasi kebutuhan registrasi, networking, maupun aktivitas pendukung lainnya.


Untuk format yang lebih kecil dan personal, tersedia Meeting Rooms dengan kapasitas sekitar 12 hingga 40 tamu serta area breakout. Sementara itu, Chef’s Lounge menawarkan suasana yang lebih privat untuk private dining, tasting session, kolaborasi bersama koki, maupun acara khusus yang membutuhkan pendekatan lebih intimate. Ruang ini juga didukung dapur profesional dan panggung pertunjukan khusus.

Materi Event Space Package 2026 juga menunjukkan pilihan kapasitas yang lebih spesifik. Main Hall dapat menampung hingga 500 orang, Hall 1 dan Hall 2 masing-masing hingga 200 orang, Auditorium hingga 100 orang, sementara Chef Lounge memiliki kapasitas hingga 88 orang.

Dengan konfigurasi tersebut, Sudirman Hall dapat menyesuaikan skala acara tanpa kehilangan karakter premium yang menjadi bagian dari pengalaman venue.
Socratic Auditorium untuk Pertemuan yang Lebih Interaktif
Di antara ruang yang ditawarkan, Socratic Auditorium menjadi salah satu elemen yang paling menonjol. Terinspirasi dari format amfiteater Harvard, ruang ini dirancang untuk mendorong interaksi, dialog, dan pembelajaran kolaboratif, bukan sekadar menempatkan audiens sebagai penerima informasi.
Auditorium dilengkapi meja laptop terintegrasi, akses daya individual, desain yang memperhatikan aksesibilitas, serta layar LED berformat 21:9 untuk presentasi maupun program langsung.

Presentasi visual juga menjadi bagian penting dari pengalaman tersebut. Materi auditorium menyebutkan penggunaan layar LED berdefinisi tinggi, sementara sistem produksi terintegrasi mendukung kebutuhan audio, pencahayaan, video, streaming, hingga recording. Ruang ini memiliki fixed tiered seating hingga 110 kursi dengan meja laptop dan akses daya individual.
Menariknya, desain auditorium juga dipersiapkan untuk kebutuhan acara hybrid. Kemampuan broadcasting dan live streaming memungkinkan sebuah forum berlangsung secara langsung di venue sekaligus menjangkau audiens virtual. Sistem kamera dan recording yang terintegrasi turut membuat auditorium siap untuk kebutuhan produksi dengan standar profesional.

Aspek akustik pun menjadi perhatian. Sistem acoustic engineering, distributed sound system, ceiling microphones, serta sistem pendingin dengan tingkat kebisingan rendah dirancang agar suara tetap terdengar jelas sekaligus menciptakan lingkungan yang nyaman untuk presentasi, diskusi, executive learning, maupun pertunjukan.
Dari Executive Learning hingga Strategic Dialogue
Fungsi Socratic Auditorium tidak berhenti pada konferensi atau presentasi korporasi. Ruang ini juga menjadi bagian dari pengembangan ARC Forum, sebuah program yang dirancang untuk menghadirkan pembelajaran eksekutif dan diskusi kepemimpinan di Jakarta.
ARC Forum akan mempertemukan pemimpin, inovator, dan pengambil keputusan melalui format yang mendorong dialog dan partisipasi aktif. Program tersebut mendapat dukungan akses terhadap pengajar dari sejumlah institusi pendidikan global, termasuk Harvard Business School, Wharton, INSEAD, IMD, Singapore Management University, The University of Hong Kong, dan Monash University.

Materi ARC Forum juga memperlihatkan cakupan topik yang cukup luas, mulai dari banking leadership, adopsi AI, transformasi digital, manajemen perubahan, dan strategi bisnis, hingga kompetensi teknis seperti wealth management, client acquisition, relationship building, stakeholder management, serta analisis produk dan portofolio.
Pendekatan ini menempatkan Sudirman Hall bukan hanya sebagai tempat berlangsungnya sebuah konferensi, tetapi sebagai ruang yang dapat mendukung pertukaran pengetahuan dan pengembangan kepemimpinan.
Ketika Venue Menjadi Rumah bagi Budaya
Dimensi Sudirman Hall juga meluas ke dunia seni dan budaya melalui ARC Sudirman. Berperan sebagai pusat seni pertunjukan sekaligus wadah program budaya, ARC Sudirman menghadirkan program terkurasi yang mencakup musik, tari, teater, karya multidisiplin, kepemimpinan, pembelajaran eksekutif, dan diskusi.
Program tersebut terbagi ke dalam beberapa format. ARC Live menghadirkan pertunjukan musik, tari, dan teater, sementara ARC Society mempertemukan seniman dan audiens melalui acara khusus serta pengalaman bergaya gala. Untuk pengalaman yang lebih intim, ARC Chamber menghadirkan musisi dan seniman pendatang baru dalam suasana yang lebih dekat dengan audiens.

Untuk program seni pertunjukan, ARC Sudirman juga mengedepankan kualitas audio dan pengalaman mendengarkan. Programnya mencakup jazz, klasik, kontemporer, serta repertoar populer, dengan mempertemukan seniman dari berbagai genre, generasi, dan latar geografis.
Kehadiran Grand Piano Steinway & Sons semakin melengkapi kapabilitas venue untuk mendukung pertunjukan dan program budaya.
Infrastruktur Profesional untuk Pengalaman Acara yang Lebih Lengkap
Sudirman Hall menggabungkan desain ruang dengan teknologi produksi profesional. Di berbagai area venue, sistem tata suara, visual, pencahayaan, dan produksi dirancang untuk mendukung kebutuhan acara bisnis maupun hiburan. Socratic Auditorium, misalnya, memiliki control room khusus untuk mengelola lighting, audio, video, streaming, dan recording.
Untuk kebutuhan acara yang lebih spesifik, venue juga menyediakan sejumlah layanan tambahan. Event Space Package 2026 mencantumkan pilihan seperti LED screen, tambahan listrik, wireless microphone, whiteboard, koneksi internet dedicated 100 Mbps, serta Grand Piano termasuk tuning.
Fasilitas standar juga telah disesuaikan dengan skala ruang. Main Hall, misalnya, mencakup LED screen berukuran 3 × 10 meter, empat wireless microphone, sistem suara standar hingga 5.000 watt, panggung, serta listrik hingga 20.000 watt. Hall 1 dan Hall 2 masing-masing dilengkapi LED screen 3 × 5 meter, dua wireless microphone, sistem suara hingga 2.500 watt, panggung, dan listrik hingga 10.000 watt.
Lokasi Strategis untuk Berbagai Momen
Berada di Sequis Tower, Jl. Jend. Sudirman Kav. 71, SCBD Lot 11B, Jakarta 12190, Sudirman Hall menawarkan kombinasi antara lokasi strategis dan fleksibilitas ruang. Kedekatannya dengan kawasan perkantoran, pusat perbelanjaan, ruang publik, serta akses MRT membuat venue ini relevan untuk berbagai kebutuhan, terutama acara yang melibatkan tamu bisnis dan profesional.

Pada akhirnya, kekuatan Sudirman Hall justru berada pada kemampuannya untuk mengambil berbagai bentuk. Pagi hari, ruangnya dapat menjadi tempat berlangsungnya forum eksekutif. Di kesempatan lain, ruang yang sama dapat berubah menjadi panggung pertunjukan, venue perayaan, ruang private dining, atau tempat bertemunya komunitas dan gagasan.
Dengan menggabungkan event space, hospitality, teknologi produksi, seni pertunjukan, serta executive learning, Sudirman Hall membawa pendekatan yang lebih luas terhadap konsep venue di Jakarta. Bukan hanya menyediakan tempat untuk sebuah acara, tetapi menciptakan ruang yang memungkinkan sebuah pertemuan berkembang menjadi pengalaman yang lebih berkesan.
Dan seperti filosofi yang dibawa oleh Sudirman Hall, ada momen yang mungkin berhenti sebagai sebuah acara. Namun, ada pula momen yang akhirnya menjadi kenangan.

