Fashion selalu menyukai metamorfosis. Sebuah sketsa menjadi siluet, selembar kain menemukan tubuhnya, lalu sebuah pakaian menyimpan jejak kehidupan yang pernah bergerak di dalamnya. Namun ketika tren berganti terlalu cepat, begitu banyak material tertinggal di belakang. Di titik inilah Adrie Basuki memilih menatap persoalan limbah tekstil dengan perspektif berbeda. Melalui Kain Marmer®, ia mengubah sisa, potongan, dan pakaian yang telah selesai menjalankan fungsinya menjadi kemungkinan baru yang terasa sangat fashionable.

Gagasan Adrie Basuki
Kain Marmer® lahir dari gagasan bahwa limbah bukanlah garis akhir. Material inovatif ini mentransformasikan pakaian bekas dan limbah tekstil menjadi lembaran baru dengan karakter visual menyerupai marmer alami. Sebagai Founder Kain Marmer®, Adrie Basuki menghadirkan pemahaman yang lebih luas tentang circular fashion Indonesia: kemewahan tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang baru, tetapi dapat tumbuh dari kemampuan melihat nilai pada sesuatu yang pernah digunakan.

Proses Marmer
Keistimewaan Kain Marmer® terletak pada kemampuannya mengolah beragam jenis limbah tekstil, dari katun dan polyester hingga blended fabric yang menggabungkan serat alami dan sintetis. Material-material ini dipilah, dicacah, dipadatkan, kemudian dibentuk kembali menjadi lembaran baru tanpa harus lebih dulu dikembalikan menjadi benang. Hasilnya adalah permukaan dengan tekstur dan pola organik yang tak pernah benar-benar sama. Setiap lembar memiliki identitasnya sendiri, seperti sidik jari visual yang menjadikan Kain Marmer® berada di pertemuan antara desain, seni, dan inovasi material.


Transformasi Wastra
Sejak dikembangkan pada 2020, eksperimen tersebut telah tumbuh menjadi sebuah platform kreatif dengan jejak yang terukur. Hingga 2025, Adrie Basuki bersama tim telah mentransformasikan 6.689 potong pakaian bekas dan 949 kilogram limbah tekstil menjadi 779 meter Kain Marmer®, yang kemudian melahirkan 906 produk fashion. Dari ready-to-wear dan couture hingga aksesori, karya seni, dan berbagai eksplorasi desain, angka-angka tersebut berbicara tentang satu hal: material yang semula dianggap usai masih memiliki masa depan.

Juara Lomba Perancang Mode 2021
Perjalanan Adrie mendapatkan momentum ketika ia menjadi Pemenang Lomba Perancang Mode 2021. Sejak saat itu, circular fashion semakin kuat menjadi bagian dari identitas kreatifnya, hadir di berbagai panggung mode seperti Jakarta Fashion Week, Plaza Indonesia Fashion Week, dan Jakarta Fashion & Food Festival. Koleksi-koleksinya pun tidak berhenti pada persoalan siluet dan estetika. Transforma menjadi penghormatan bagi para penyintas kanker, Benang Jiwa bersama Prisia Nasution berbicara tentang harapan dan ketangguhan dalam proses penyembuhan, sementara Jantung Nadi menerjemahkan kesadaran akan kesehatan jantung melalui interpretasi batik kontemporer.

Era Kolaborasi Bersama Adrie
Cara berpikir tersebut membuka pintu menuju kolaborasi yang melampaui batas industri fashion. Pada 2022, Adrie berkolaborasi dengan UNIQLO dalam program yang membawa semangat keberlanjutan, disusul kolaborasi bersama Sofitel pada 2023 yang mempertemukan hospitality dengan desain dan craftsmanship Indonesia. Tahun 2026 menghadirkan kolaborasi dengan Mazda Indonesia, sebuah pertemuan antara inovasi material, desain, dan filosofi craftsmanship. Potensi Kain Marmer® pun bergerak semakin luas, membayangkan masa depan material ini di ranah aksesori, seni, interior, dan berbagai ruang kreatif lainnya.


Perjalanan Kain Marmer®
Semangat pertemuan lintas disiplin itu juga terasa dalam kegiatan yang mendapat dukungan Pizza Hut Ristorante Metro Pondok Indah. Dengan konsep pengalaman bersantap yang terinspirasi artisan Italia, kehadirannya menciptakan ruang percakapan antara gastronomi, komunitas, dan industri kreatif. Perhatian pada bahan, detail pengolahan, dan pengalaman menjadi benang merah yang menyatukan dunia kuliner dengan filosofi craftsmanship yang juga hidup dalam perjalanan Kain Marmer®.


Pemberdayaan Perempuan
Bagi Adrie Basuki, circular fashion selalu memiliki wajah manusia. Melalui workshop, pelatihan, dan program kolaborasi, Kain Marmer® dikembangkan sebagai ruang berbagi pengetahuan sekaligus pembuka peluang dalam ekonomi kreatif. Kolaborasinya dengan Cancer Information & Support Center (CISC), Love Pink Indonesia, Make-A-Wish Indonesia, dan Yayasan Jantung Indonesia mempertemukan fashion dengan edukasi serta kepedulian sosial, melibatkan penyintas kanker, perempuan dari komunitas rentan, ibu rumah tangga, seniman neurodivergent, pengrajin lokal, dan komunitas kreatif dalam proses yang sama-sama memberdayakan.

Bahasa Fashion Berkelanjutan Indonesia
Kini, Kain Marmer® berkembang lebih jauh dari sekadar material untuk koleksi Adrie Basuki. Ia menjadi bahasa baru tentang bagaimana Indonesia dapat berbicara mengenai fashion berkelanjutan melalui inovasi yang memiliki karakter, keindahan, dan dampak sosial. “Circular fashion adalah tentang memberi kesempatan kedua—kepada material, kepada manusia, dan kepada cerita yang pernah ada,” ujar Adrie. Dari serpihan kain yang pernah dianggap tidak lagi berguna, Kain Marmer® menghadirkan sebuah gagasan yang terasa relevan untuk masa depan: bahwa ketika desain memberi ruang bagi kehidupan kedua, harapan pun dapat menemukan bentuknya yang baru.




