Pada hari terakhir Paris Fashion Week Women’s Fall/Winter 2026, CFCL (Clothing For Contemporary Life) yang berbasis di Jepang, mempersembahkan koleksi VOL.12 di Saut du Loup, Palais de Tokyo. Koleksi ini menegaskan kembali misi CFCL untuk melihat pakaian bukan hanya sebagai produk mode, tetapi sebagai medium yang menghubungkan individu dengan masyarakat. Melalui konsep “Knit-ware: Sculpture”, koleksi ini mengeksplorasi kemungkinan bahwa pakaian dapat berfungsi seperti karya seni yang hidup dan bergerak.
Knitwear sebagai “Sculpture”

Inspirasi utama koleksi ini datang dari konsep “social sculpture” milik seniman Joseph Beuys, yang memandang seni sebagai alat untuk membentuk masyarakat. Pendekatan ini terlihat jelas pada siluet koleksi yang memadukan soft drapes dengan bentuk yang terasa arsitektural. Banyak potongan memiliki volume besar namun light, menciptakan kesan pahatan yang bergerak mengikuti tubuh.
Eksperimen material juga menjadi bagian penting dari eksplorasi ini. Seri TW Inlay menghadirkan struktur knit tiga lapis yang menggabungkan wool non-mulesing dari Selandia Baru dan cashmere dari Mongolia Dalam, dengan inti recycled polyester yang elastis. Hasilnya adalah material knit tebal namun fleksibel, dengan tekstur yang mengingatkan pada felt, sebuah referensi langsung pada karya-karya Beuys.
Koleksi ini juga mengembangkan seri rajutan Milan, termasuk variasi AC Milan dan Milan Velvet, yang menggunakan kombinasi benang acetate maupun rayon chenille untuk menciptakan light drapes. Teknik konstruksi knit tanpa inner lining yang memungkinkan siluet terlihat dramatis namun effortless.
Motif Kulit Pohon dan Foil Printing

Bagian pertama koleksi menonjolkan bentuk dan struktur, namun bagian selanjutnya memperlihatkan eksplorasi tekstur. Untuk pertama kalinya sejak didirikan, CFCL menghadirkan motif dalam koleksinya. Sebuah motif pola yang terinspirasi dari kulit pohon ek. Motif ini juga menjadi penghormatan terhadap proyek seni lingkungan 7000 Oaks, yang menanam ribuan pohon di Kassel sebagai bentuk seni sosial.

Motif tersebut diwujudkan melalui soft foil printing, memungkinkan permukaan metalik hadir tanpa menghilangkan fleksibilitas knit. Beberapa gaun seperti seri Soft Portrait Foil dan Soft Milan Foil menampilkan subtle shimmer and shine, dengan konstruksi seamless rib knit dan rok flare dramatis yang dapat mencapai lingkar hingga enam meter.
Eksplorasi tekstur kemudian mencapai puncaknya pada gaun Fluffy Fringe Foil, di mana lebih dari seribu elemen fringe dimasukkan satu per satu secara manual ke dalam knit yang telah diprogram. Sementara itu, gaun Enchant tampil lebih elegan dengan ribuan payet berwarna perak dan hitam yang membentuk siluet dengan train panjang.

Sebagai penutup, CFCL juga mengumumkan kolaborasi terbarunya dengan Veja. Kolaborasi kedua ini melanjutkan eksplorasi kedua brand terhadap material inovatif, sekaligus menghadirkan desain minimalis yang sesuai dengan design CFCL.
Melalui koleksi ini, CFCL kembali menunjukkan bahwa inovasi teknis dapat berjalan beriringan dengan refleksi konseptual. Dengan memandang knitwear sebagai bentuk “sculpture”, brand ini mengajak kita melihat pakaian bukan hanya sebagai sesuatu yang dikenakan, tetapi sebagai objek yang membawa gagasan, nilai, dan hubungan sosial ke dalam kehidupan sehari-hari.




