Ketika Francesco Risso meninggalkan Marni pada 2025, dunia fashion kehilangan salah satu suara kreatif paling unik dalam satu dekade terakhir. Selama hampir sepuluh tahun memimpin rumah mode asal Milan tersebut, Risso mengubah Marni menjadi laboratorium kreativitas yang memadukan seni, emosi, kerajinan tangan, dan kebebasan berekspresi. Fashion show-nya sering kali terasa lebih dekat dengan instalasi seni ketimbang presentasi koleksi konvensional.
Kini, babak baru perjalanan kreatif desainer asal Italia itu hadir dalam bentuk yang jauh lebih demokratis. Melalui koleksi kapsul terbaru bersama UNIQLO bertajuk UNIQLO F.RISSO Summer 2026, Risso membawa sebagian DNA kreatif yang membesarkan namanya ke dalam dunia LifeWear—filosofi pakaian sehari-hari yang menjadi fondasi raksasa retail asal Jepang tersebut.

Kolaborasi ini terasa menarik bukan hanya karena desainnya, tetapi karena mempertemukan dua pendekatan fashion yang selama ini berada di kutub berbeda. Di satu sisi ada UNIQLO yang dikenal melalui kesederhanaan, fungsi, dan utilitas modern. Di sisi lain ada Risso, seorang kreator yang selama bertahun-tahun mengeksplorasi warna, tekstur, seni, dan eksperimentasi visual melalui Marni. Pertemuan keduanya menghasilkan sebuah koleksi yang diberi tema “Made for Dreaming”, sebuah gagasan yang lahir dari keyakinan bahwa pakaian sehari-hari tidak harus kehilangan unsur imajinasi.
Alih-alih menghadirkan desain yang kompleks atau konseptual, Risso memilih pendekatan yang lebih halus. Siluet yang lembut dan mengalir dipadukan dengan ilustrasi bergaya hand-drawn, palet warna sunwashed yang mengingatkan pada musim panas Mediterania, serta proporsi yang dirancang mengikuti gerak tubuh. Semua elemen tersebut menciptakan keseimbangan antara ekspresi artistik dan kenyamanan yang menjadi ciri khas UNIQLO.

Ada sesuatu yang sangat Marni dalam cara koleksi ini berbicara. Bukan melalui bentuk yang eksentrik, melainkan melalui perasaan yang ditimbulkannya. Risso selama ini dikenal sebagai desainer yang melihat pakaian sebagai medium untuk membangun karakter. Dalam banyak karyanya di Marni, ia mengajak pemakainya untuk bermain, bereksperimen, dan menemukan identitas personal melalui busana. Semangat serupa hadir dalam koleksi ini, meskipun diterjemahkan dalam bahasa yang jauh lebih universal.
Pada lini perempuan, pendekatan tersebut terlihat melalui blus tanpa lengan dengan detail pita, gaun bertekstur lembut dengan siluet sculptural, hingga rok flare panjang yang dihiasi aksen ruffle. Setiap potongan memiliki sentuhan romantis yang ringan tanpa kehilangan fungsi sebagai pakaian sehari-hari.
Sementara pada lini pria, Risso menghadirkan interpretasi yang lebih santai melalui kemeja broadcloth berbahan katun berkualitas tinggi dengan motif garis dan ilustrasi artistik. Kesan effortless menjadi benang merah yang menyatukan keseluruhan koleksi.

Yang menarik, beberapa item juga dirancang dengan pendekatan yang lebih cair dan inklusif. Polo shirt bergaris slim fit serta T-shirt oversized berbahan katun SUPIMA menawarkan fleksibilitas styling yang tidak lagi terikat pada kategori gender secara ketat—sebuah refleksi dari cara generasi baru memandang pakaian sebagai sarana ekspresi personal. Aksesori seperti syal sutra bermotif dan topi twill melengkapi narasi tersebut. Bukan sekadar pelengkap tampilan, melainkan detail yang memperkuat karakter visual koleksi secara keseluruhan.
Bagi UNIQLO sendiri, proyek ini menandai kelanjutan hubungan kreatif yang telah terjalin sejak kolaborasi pertama mereka pada 2022. Namun konteksnya kini berbeda. Jika dahulu Risso masih memimpin Marni, kali ini ia hadir sebagai desainer yang tengah memasuki fase baru kariernya. Hal itu menjadikan UNIQLO F.RISSO lebih dari sekadar koleksi musiman. Ia menjadi semacam jembatan yang menghubungkan masa lalu dan masa depan seorang Francesco Risso.
Dalam industri fashion yang semakin dipenuhi kolaborasi, tidak banyak proyek yang mampu menghadirkan percakapan menarik mengenai identitas kreatif seorang desainer. Koleksi ini berhasil melakukannya dengan cara yang sederhana namun efektif.
Pada akhirnya, kekuatan terbesar UNIQLO F.RISSO bukan terletak pada motif atau siluetnya semata. Koleksi ini menunjukkan bagaimana seorang desainer yang terbiasa bekerja di ranah luxury fashion dapat menerjemahkan visinya ke dalam pakaian yang dapat dikenakan siapa saja.


