Longines, jam tangan asal Saint-Imier, Swiss, kembali mengingatkan bahwa kemewahan sejati terkadang hadir dalam bentuk yang paling sederhana: proporsi yang harmonis, desain yang abadi, dan kemampuan menghadirkan emosi melalui detail-detail halus.
Untuk tahun 2026, Longines memperkaya koleksi DolceVita dengan empat referensi baru yang membawa semangat Mediterania ke pergelangan tangan. Bukan melalui pendekatan yang berlebihan, melainkan lewat permainan warna, tekstur, dan cahaya yang terasa hangat sekaligus elegan.
Nama DolceVita sendiri bukanlah sesuatu yang baru dalam kosmos Longines. Sejak diperkenalkan pada tahun 1997, koleksi ini telah menjadi interpretasi modern atas sebuah jam tangan persegi panjang yang pertama kali diciptakan Longines pada tahun 1927. Selama hampir tiga dekade, DolceVita berkembang menjadi salah satu identitas terkuat rumah jam Swiss tersebut, tanpa pernah meninggalkan siluet khas yang menjadi fondasinya.
Aroma Musim Panas dari Selatan Eropa

Koleksi terbaru ini terasa seperti sebuah perjalanan visual menyusuri pesisir Italia. Longines menghadirkan tiga pilihan tali kulit baru dalam nuansa midnight blue, olive green, dan maple red. Palet warna tersebut terinspirasi oleh lanskap Mediterania—langit yang mulai menggelap menjelang malam, kebun zaitun yang diterpa matahari, hingga rona hangat bangunan-bangunan bersejarah yang menyala saat senja tiba. Seluruh tali dilengkapi sistem interchangeable sehingga pemilik dapat dengan mudah mengubah karakter jam sesuai suasana dan kesempatan.
Selain itu, Longines juga menawarkan versi dengan gelang stainless steel yang memberikan fleksibilitas lebih untuk penggunaan sehari-hari tanpa mengurangi kesan refined yang menjadi ciri koleksi ini. Namun daya tarik sesungguhnya justru terletak pada dial.
Alih-alih menampilkan permukaan datar yang konvensional, Longines menggunakan dial flinqué berwarna gading yang dihiasi motif geometris. Ketika terkena cahaya, pola tersebut menciptakan ilusi gerakan lembut yang membuat wajah jam tampak hidup dan terus berubah dari berbagai sudut pandang. Sebuah pendekatan yang subtil, namun efektif dalam menghadirkan kedalaman visual. Subdial small seconds pada posisi pukul enam melengkapi komposisi dengan sentuhan klasik yang mengingatkan pada akar historis koleksi ini.

Art Deco yang Tak Pernah Kehilangan Relevansi
Pesona DolceVita selalu bersumber dari satu era desain yang hingga kini tetap memengaruhi dunia fashion, arsitektur, hingga perhiasan: Art Deco. Estetika tersebut terlihat jelas melalui bentuk case persegi panjang yang bersih dan simetris. Garis-garisnya tegas namun tidak kaku, menghadirkan keseimbangan yang menjadi esensi desain Art Deco sejak dekade 1920-an. Longines mempertahankan karakter tersebut melalui case stainless steel yang tersedia dalam dua ukuran, 20,80 x 32,00 mm dan 23,30 x 37,00 mm, sehingga dapat menyesuaikan berbagai preferensi pemakai modern.
Terdiri dari tiga varian dial, pertama versi ivory gilt dengan angka Romawi dan jarum berlapis warna emas. Kedua, interpretasi rose gold yang menghadirkan nuansa lebih hangat dan feminin. Ketiga, versi silver dengan angka Romawi biru yang dipadukan jarum blued steel, menciptakan tampilan paling klasik sekaligus paling dekat dengan tradisi horologi Swiss. Ketiga model ini ditenagai movement quartz Longines L178.2 dan L176.2, terlindungi kaca sapphire, serta memiliki ketahanan air hingga 30 meter.

Sebuah Filosofi tentang Kehidupan yang Indah
Dalam bahasa Italia, “dolce vita” berarti kehidupan yang manis. Namun bagi Longines, maknanya lebih dalam daripada sekadar kemewahan. Jam tangan ini berbicara mengenai kemampuan menikmati waktu tanpa terburu-buru. Tentang sore yang dihabiskan di teras kafe yang diterpa cahaya matahari. Tentang berjalan santai menyusuri jalan-jalan Roma tanpa tujuan yang pasti. Tentang menemukan keindahan dalam ritme hidup yang lebih lambat dan lebih sadar.
Karena itulah, meskipun tren datang dan pergi, DolceVita tetap relevan. Ia tidak mengejar sensasi sesaat. Ia berdiri di atas fondasi yang jauh lebih kokoh: proporsi, keanggunan, dan karakter. Ketika industri jam tangan terus berbicara mengenai masa depan, Longines melalui DolceVita justru mengingatkan bahwa beberapa nilai terbaik dalam hidup tidak pernah benar-benar berubah.


