Nama Cartier identik dengan kreasi perhiasan, jam tangan, dan objek-objek yang telah menjadi simbol keahlian serta warisan craftsmanship Prancis. Namun selama dua dekade terakhir, Maison ini juga membangun warisan lain yang tak kalah berharga: memberdayakan perempuan yang menghadirkan solusi nyata bagi berbagai tantangan dunia melalui kewirausahaan.
Tahun 2026 menjadi tonggak penting bagi Cartier Women’s Initiative yang merayakan ulang tahun ke-20. Mengusung tema “Women Lighting the Path”, program ini menjadi penghormatan bagi perempuan-perempuan yang tidak hanya membangun bisnis, tetapi juga menciptakan perubahan sosial dan lingkungan yang berkelanjutan.

Didirikan pada 2006 dan sepenuhnya didanai oleh Cartier, Cartier Women’s Initiative lahir dari keyakinan sederhana bahwa ketika perempuan memperoleh kesempatan untuk memimpin, berinovasi, dan menciptakan sesuatu, dampaknya mampu menjangkau masyarakat dalam skala yang jauh lebih luas. Seiring waktu, program ini berkembang dari penghargaan tahunan menjadi sebuah ekosistem global yang menghubungkan para entrepreneur, mentor, akademisi, investor, hingga pemimpin industri dalam satu komunitas yang saling mendukung.
Perjalanan tersebut menunjukkan evolusi yang konsisten. Program fellowship selama satu tahun diperkenalkan pada 2020 untuk memperkuat kemampuan kepemimpinan para penerima penghargaan melalui pelatihan bisnis, coaching eksekutif, pengembangan komunikasi, hingga dukungan terhadap kesehatan mental. Cartier kemudian memperluas cakupan penghargaan dengan menghadirkan kategori Science & Technology Pioneer Award, sebagai bentuk apresiasi terhadap inovasi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi yang menawarkan solusi bagi berbagai persoalan global.
Dampaknya pun semakin terasa. Hingga kini, Cartier Women’s Initiative telah mendukung 330 women impact entrepreneurs yang berasal dari 67 negara, menyalurkan hibah senilai USD 14,1 juta, serta membangun komunitas beranggotakan lebih dari 520 entrepreneur, mentor, dan pakar yang tersebar di lebih dari 80 negara. Menariknya, sekitar dua pertiga bisnis para alumninya masih terus beroperasi, sementara banyak di antaranya berhasil berekspansi ke pasar baru dan memperoleh pendanaan lanjutan setelah mengikuti program ini.
Perayaan ulang tahun ke-20 tersebut berlangsung di Bangkok melalui rangkaian acara selama sepekan yang mencakup Cartier Dialogues, pameran interaktif, hingga malam penghargaan di Chulalongkorn University. Lebih dari 700 tamu hadir, mulai dari komunitas Cartier Women’s Initiative, media internasional, pelaku industri, hingga para pemimpin perubahan dari berbagai negara.

Sebanyak 30 fellows dari 19 negara menerima penghargaan tahun ini setelah melalui proses seleksi yang melibatkan panel juri independen. Mereka mewakili sembilan kawasan dunia serta satu kategori khusus Science & Technology Pioneer Award. Para pemenang memperoleh hibah senilai USD100.000 untuk peringkat pertama, USD60.000 bagi peringkat kedua, dan USD30.000 untuk peringkat ketiga. Lebih dari sekadar pendanaan, seluruh fellows juga mengikuti program fellowship selama satu tahun dan memperoleh akses seumur hidup ke komunitas global Cartier Women’s Initiative.
Keberagaman solusi yang dihadirkan para pemenang memperlihatkan bagaimana kewirausahaan dapat menjadi instrumen perubahan. Di Meksiko, PROSPERiA memanfaatkan kecerdasan buatan untuk mendeteksi penyakit mata lebih dini. Korea Selatan menghadirkan BloomGEM yang mengembangkan pewarna biologis ramah lingkungan bagi industri fashion dan kecantikan. Dari India, Humble Bee memberdayakan perempuan desa melalui budidaya lebah yang turut meningkatkan hasil pertanian sekaligus menjaga keanekaragaman hayati. Sementara Australia menghadirkan Platform Zero, sebuah marketplace digital yang membantu mengurangi limbah pangan dengan mempertemukan petani dan pembeli secara real-time.
Kategori Science & Technology Pioneer Award tahun ini juga memperlihatkan bagaimana inovasi ilmiah semakin berperan dalam menjawab tantangan perubahan iklim. NanoFreeze dari Kolombia, yang meraih penghargaan utama, mengembangkan material pendingin alami yang mampu mengurangi konsumsi energi secara signifikan sekaligus menjaga kualitas rantai distribusi pangan. Bersama para finalis lainnya, kategori ini menunjukkan bahwa riset ilmiah dapat diterjemahkan menjadi solusi praktis yang memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Momentum 20 tahun ini sekaligus memperlihatkan bagaimana Cartier memaknai tanggung jawab sosial sebagai bagian dari identitas Maison. Program ini tidak berhenti pada pemberian penghargaan, melainkan membangun jaringan pembelajaran dan kolaborasi yang terus berkembang dari tahun ke tahun. Para fellows tidak hanya memperoleh modal finansial, tetapi juga akses terhadap pengetahuan, jejaring internasional, dan ruang untuk saling mendukung dalam mengembangkan bisnis yang membawa dampak positif.
Kemewahan selama ini sering dikaitkan dengan keindahan objek maupun keahlian pengerjaan. Cartier Women’s Initiative menawarkan perspektif lain bahwa nilai sebuah Maison juga dapat tercermin melalui kemampuannya menciptakan peluang, memperluas akses, dan mendorong lahirnya inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Selama dua puluh tahun, program ini membuktikan bahwa perubahan berskala global sering kali berawal dari satu gagasan, satu keberanian, dan satu perempuan yang memilih untuk menyalakan jalan bagi banyak orang.


