Di pesisir Nusa Dua, ketika ombak Samudra Hindia berkejaran dengan cahaya matahari sore, Bali selalu menemukan cara baru untuk menceritakan dirinya. Kali ini, kisah itu tidak lahir dari sebuah tarian, karya seni, atau panorama pantai, melainkan dari segelas koktail. Segara Alchemy, racikan orisinal karya Deni Alan Hartono, bartender The Westin Resort Nusa Dua, Bali, berhasil mengantarkannya menjadi pemenang Marriott International Sustainable Bartender Championship Indonesia & Malaysia 2026. Sebuah kemenangan yang membawanya melangkah ke panggung Marriott International APEC Sustainable Bartender Championship, mewakili Indonesia bersama para bartender terbaik kawasan Asia Pasifik.
Segara Alchemy Interpretasi Bali
Segara Alchemy bukan sekadar minuman yang menyegarkan. Ia adalah interpretasi tentang Bali yang dituangkan ke dalam gelas kristal. Kata Segara, yang berarti laut dalam bahasa Bali, menjadi penghormatan bagi pulau yang hidup berdampingan dengan samudra selama berabad-abad, sementara Alchemy berbicara tentang seni transformasi, mengubah sesuatu yang sering dianggap biasa menjadi pengalaman yang luar biasa. Filosofi inilah yang menjadikan setiap tegukan terasa seperti perjalanan menyusuri garis pantai Bali, dipenuhi kesegaran udara laut, kedalaman rasa, dan ketenangan yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.

Deni dan Inspirasi Bersantap di Nusa Dua
Inspirasi tersebut berakar dari Ikan Restaurant & Bar, restoran tepi pantai yang telah lama menjadi salah satu destinasi bersantap paling memikat di kawasan Nusa Dua. Deni memanfaatkan smoked cakalang oil yang berasal dari dapur restoran untuk memberikan karakter lembut pada Absolut Elyx Vodka, kemudian memadukannya dengan berbagai bahan yang dimanfaatkan kembali (repurposed ingredients). Hasil akhirnya menghadirkan komposisi rasa yang renyah, berkilau, kaya citrus, dengan sentuhan asap dan umami yang halus, meninggalkan kesan bersih yang mengingatkan pada semilir angin laut setelah matahari tenggelam.
The Future Lader
Kompetisi yang diselenggarakan Marriott International tahun ini mengangkat tema The Future Larder, sebuah gagasan bahwa masa depan dunia kuliner dibangun melalui kreativitas, penghormatan terhadap bahan pangan, dan keberlanjutan. Para peserta ditantang menghadirkan koktail yang tidak hanya memikat dari sisi estetika dan cita rasa, tetapi juga mampu menunjukkan praktik operasional yang bertanggung jawab. Melalui Segara Alchemy, Deni membuktikan bahwa kemewahan modern tidak selalu lahir dari sesuatu yang langka, melainkan dari kemampuan melihat potensi luar biasa pada setiap bahan yang tersedia.
Di tepi pantai The Westin Resort Nusa Dua, Bali
Bagi Deni, bertahun-tahun meracik minuman bagi tamu dari berbagai penjuru dunia telah memberinya pemahaman bahwa sebuah koktail terbaik selalu menyimpan cerita yang autentik. Di balik setiap racikan, ia ingin memperkenalkan keramahan Bali, kekayaan kuliner Nusantara, serta semangat masyarakat pulau yang hidup selaras dengan alam. Segara Alchemy pada akhirnya menjadi lebih dari sekadar koktail pemenang kompetisi. Ia adalah potret Bali yang diterjemahkan melalui aroma, tekstur, dan rasa, memperlihatkan bahwa perjalanan terbaik sering kali dimulai dari pengalaman yang paling sederhana. Dari sebuah bar di tepi pantai Nusa Dua, kisah tentang laut, budaya, dan keberlanjutan kini berlayar menuju panggung Asia Pasifik, membawa pesan bahwa masa depan kemewahan adalah pengalaman yang memiliki makna dan meninggalkan jejak yang lebih ringan bagi bumi.

