Untuk koleksi Spring–Summer 2026, Fauré Le Page menangkap esensi cahaya matahari pagi yang memantul pada dinding-dinding bangunan Haussmann di kota Paris. Yang kemudian dituangkan dalam sebuah koleksi baru bertajuk “A Spring in Paris.” Koleksi ini menjadi pembuka dari kisah Parisian trilogy yang dirancang sebagai penghormatan terhadap kota yang selama berabad-abad menjadi simbol cinta, gaya, dan keanggunan urban.
Inspirasi utama koleksi ini lahir dari warna khas bangunan Paris: batu kapur Lutetian yang membangun wajah kota sejak puluhan juta tahun lalu. Warna inilah yang diterjemahkan menjadi Saint-Honoré Beige, palet lembut yang menjadi benang merah koleksi musim ini. Nuansa beige tersebut memantulkan kilau hangat fasad kota—dari bangunan era Haussmann hingga monumen bersejarah seperti Notre-Dame de Paris.

Saint-Honoré Beige menjadi simbol memori mineral kota Paris—sebuah interpretasi kontemporer dari cahaya yang telah melewati abad demi abad. Palet ini kemudian dipadukan dengan empat pigmen utama pada motif Scale Canvas, material ikonis maison yang dicetak secara manual di atelier mereka di Annecy, Prancis.
Dalam komposisi warna tersebut, Mars Ocher, kuning khas maison, berfungsi sebagai aksen yang mempertegas lekuk motif “sisik”. Seperti sinar matahari yang menyentuh permukaan bangunan di pagi musim semi, warna ini memberikan dimensi cahaya sekaligus vitalitas pada kanvas yang menjadi identitas visual pada Fauré Le Page.
Dialog Antara Arsitektur dan Kulit

Pada koleksi ini, tas tidak sekadar menjadi aksesori, tetapi juga objek yang meminjam bahasa arsitektur Paris. Garis-garisnya terasa struktural, hampir seperti potongan kecil dari lanskap kota. Hal tersebut terlihat jelas pada lini Faurever, salah satu ikon maison. Desainnya menampilkan siluet yang mengingatkan pada ritme fasad bangunan Haussmann, dengan garis yang tegas namun tetap elegan. Detail clasp berbentuk perhiasan yang terinspirasi dari dunia kesatria menambahkan nuansa teatrikal—sementara kompartemen rahasia di dalamnya menjadi sentuhan khas yang memadukan fungsi dengan kejutan desain.
Tas ini dirancang dengan fleksibilitas tinggi: dapat dibawa dengan tangan, diselempangkan di bahu, dikenakan cross-body, bahkan dipanggul seperti ransel. Sebuah refleksi dari gaya hidup urban Paris yang dinamis. Melengkapi lini ini adalah rangkaian small leather goods—mulai dari dompet hingga pouch kosmetik—yang mengedepankan keanggunan yang lebih subtil. Setiap objek memancarkan sentuhan warna Mars Ocher, seperti garis cahaya yang mempertegas tekstur kanvas.
Energi Kota dalam Format Baru

Koleksi musim ini juga memperluas lini Double Battle, interpretasi baru dari tas Daily Battle yang menjadi favorit para penggemar maison. Model ini menawarkan dua orientasi: vertikal yang lebih kompak, serta horizontal yang lebih luas untuk kebutuhan sehari-hari.
Pegangan kulit yang dianyam dengan tangan dipadukan dengan strap kontras, memberikan opsi penggunaan yang beragam—mulai dari hand carry hingga shoulder bag.
Dua ukuran klasiknya, 27 dan 35, kini hadir dalam warna Saint-Honoré Beige, sementara musim ini juga memperkenalkan ukuran baru Double Battle 19, versi mini yang dirancang untuk ritme kehidupan kota yang cepat. Tas kecil ini hadir dalam beberapa warna seperti Empire Green, Ivresse Red, Powder Black, dan tentu saja Saint-Honoré Beige sebagai pusat palet koleksi.
“A Spring in Paris” bukan sekadar koleksi musim semi, tetapi sebuah narasi visual yang merayakan arsitektur, sejarah, dan energi kontemporer kota Paris. Dalam koleksi ini, memori batu yang membentuk kota bertemu dengan semangat modernitas—menghasilkan objek-objek kulit yang terasa klasik sekaligus segar.
Sejak didirikan pada abad ke-18 sebagai pembuat senjata bagi para raja dan pangeran Prancis, Fauré Le Page telah berkembang menjadi maison yang memadukan keahlian kerajinan dengan filosofi gaya hidup. Hari ini, mereka menyebut kreasi mereka sebagai “Weapons of Seduction”—senjata gaya bagi generasi baru yang ingin mengekspresikan diri dengan keberanian, kecerdasan, dan keanggunan.



