Luxina, Dior Men musim dingin 2025/2026 menghadirkan Palmares Shoes, koleksi alas kaki yang terasa teatrikal. Sekilas, bentuknya mengingatkan pada chelsea boots, derbies, dan loafers klasik yang chic. Namun, Kim Jones memberi twist couture lewat detail lipatan-lipatan kain satin yang membungkus area bagian depan sepatu. Kain satin berwarna hitam, lilac, hingga hijau tosca ini membawa nuansa dramatis, seperti teknik draping haute couture yang dipindahkan ke dalam dunia sepatu pria.



Perkawinan Opera Pumps dengan Ballerina Slippers
Ketika melihat Palmares Shoes ini, terasa seolah elemen-elemen pada sepatu sedang berdialog antara maskulinitas tailoring dan kelembutan tekstil couture. Nuansa tersebut tercermin dari jejak opera pumps tradisional, yakni sepatu formal pria yang identik dengan tuxedo, tetapi kini diberi sentuhan yang lebih eksperimental. Hal ini dapat dilihat dari lipatan kain satin yang mengingatkan pada sepatu balet. Balutan satin tersebut menghadirkan kesan manis-romantis, tanpa menghilangkan sisi maskulinitas Palmares Shoes. Bahkan, dalam versi klasik yang tanpa aksen satin, garis-garis grafis dan konstruksi presisi menunjukkan keahlian savoir-faire Dior.


Bagi Anda para pria yang menyukai sepatu formal yang dikawinkan dengan sisi yang unik, Palmares Shoes dirasa tepat menjadi pilihan. Ia bisa dipasangkan dengan dengan setelan hitam sederhana atau bahkan dipasangkan ke dalam setelan gaya editorial yang lebih avant-garde. Berbagai detail desain di dalamnya membuat Palmares Shoes mengaburkan batas gender, serta bermain-main dengan eksentrisitas.
Sejak 21 Agustus, Palmares Shoes telah hadir di butik Dior. Melalui koleksi Dior Men musim dingin 2025/2026, menswear couture bergerak maju sekaligus berpotensi membuka arah tren baru. Palmares mengibaratkan bahwa sepatu formal pria bisa menjadi kanvas untuk ide-ide yang lebih eksentrik.
#DiorWinter25


