TEMMA PRASETIO meluncurkan Raya Collection 2026 di Plaza Senayan, tepatnya di SEEK Plaza Senayan, dengan cara sajian Instalasi Seni. Momen ini bukan sekadar ekspansi menuju ranah ritel kontemporer, melainkan deklarasi identitas yang semakin matang terencana. Koleksi Raya kali ini mengeksplorasi dualitas maskulinitas dan subtilitas melalui material soft linen, tweed, dan semi wool. Potongan tailored yang presisi berdialog dengan siluet oversized yang relaks, dan belokan yang tajam, menghadirkan kekuatan yang tenang, terstruktur namun tetap fluid. Sebuah artikulasi tentang pria modern yang fleksibel.


Temma Prasetio dan Joko Avianto
Untuk mempermudah publik merasakan tenaga desain tersebut, Temma menggandeng Joko Avianto dalam sebuah instalasi seni. Jika Temma berbicara tentang struktur melalui kain, Joko menjawabnya lewat bambu dan resin. Dikenal dengan patung non konvensional berbahan bambu yang dianyam dan dibentuk bergelombang, Joko menghadirkan paradoks visual, keras namun tampak lunglai, kokoh namun terasa lembut. Kehangatan alami bambu bertemu kejernihan resin, menciptakan dimensi bentuk yang puitis sekaligus arsitektural. Seniman asal Bandung ini telah membawa karyanya hingga Frankfurt, Triennale Yokohama, dan Esplanade Singapore.

Raya Collection 2026
Kolaborasi ini membangun ritme visual yang selaras antara kain dan struktur, antara kelembutan dan kekokohan, antara tradisi dan modernitas. Instalasi seni yang menyandingkan busana dengan patung bambu menciptakan pengalaman ruang yang intim namun elevated. Di sinilah TEMMA PRASETIO Raya Collection 2026 menemukan makna yang lebih dalam, bukan hanya sebagai koleksi busana musim perayaan, tetapi sebagai narasi tentang hati yang lembut dalam tubuh yang kokoh. Sebuah perayaan estetika yang tidak hanya dikenakan, melainkan dirasakan. Usaha Temma agar masyarakat benar-benar merasakan apa yang ia sampaikan, sungguh cerdas.







