Luxina, Ketika dua kekuatan besar dalam dunia horologi bertemu, hasilnya jarang bersifat biasa. Kolaborasi terbaru antara Louis Vuitton dan Manufacture De Bethune melalui LVDB-03 Louis Varius Project bukan sekadar peluncuran jam tangan mewah—ia adalah manifesto tentang bagaimana masa lalu, sains, dan imajinasi dapat menyatu dalam satu objek yang nyaris puitis.
Bab ketiga dari perjalanan Louis Vuitton di ranah independent watchmaking ini lahir dari dialog panjang antara Jean Arnault dan master watchmaker Denis Flageollet. Hasilnya adalah sebuah karya yang tidak hanya merayakan presisi mekanis, tetapi juga menghidupkan kembali salah satu komplikasi paling misterius dalam sejarah horologi: Sympathique.
Ketika Visi Bertemu Presisi

Proyek LVDB-03 berangkat dari ketertarikan bersama pada era keemasan watchmaking Prancis. Denis Flageollet—figur yang dikenal sangat selektif dalam kolaborasi—melihat adanya keselarasan filosofi dengan Louis Vuitton: penghormatan pada warisan sekaligus keberanian bereksperimen.
Dialog keduanya perlahan mengerucut pada satu ambisi sunyi: menafsir ulang mekanisme Sympathique abad ke-18 dalam bahasa kontemporer. Bukan sekadar reproduksi historis, melainkan evolusi.
Hasilnya adalah dua kreasi utama:
- LVDB-03 GMT Louis Varius (wristwatch)
- LVDB-03 Sympathique Louis Varius (master clock)
Keduanya dirancang untuk “berbicara” satu sama lain secara mekanis.
Arsitektur Tambour dalam Balutan De Bethune Blue

Jam tangan LVDB-03 GMT Louis Varius hadir dalam case Tambour Taiko khas Louis Vuitton berdiameter 45 mm. Titanium yang dipoles kemudian melalui proses thermal oxidation milik De Bethune menghasilkan warna biru elektrik yang hidup—sebuah signature visual yang langsung dikenali para kolektor.
Detailnya menunjukkan obsesi ekstrem pada finishing seperti bezel dengan 12 huruf Louis Vuitton yang dipoles individul, crown berlogo monogram flower, lug platinum dengan polesan manual menggunakann tangan serta caseback terbuka dengan ukiran personal. Dan setiap unit diberi nomor terbatas dari 01 hingga 12, menegaskan eksklusivitas yang hampir bersifat privat.
Mesin untuk Para Penjelajah Modern
Di balik estetika kosmisnya, LVDB-03 digerakkan oleh calibre DB2507LV—movement manual dengan power reserve lima hari. Mesin ini dirancang khusus untuk spirit “Art of Travel” Louis Vuitton, dengan fungsi jam dan menit, GMT, indikator siang/ malam, jumping date dan fungsi Sympathique.
Regulasi waktu dipercayakan pada balance wheel titanium berwarna biru dengan insert emas putih, dipadukan escape wheel silikon dan sistem shock absorber triple pare-chute milik De Bethune.
Bagi purist, finishing movement ini sendiri sudah layak disebut karya seni: Microlight Côtes de Bethune memantulkan cahaya dengan cara yang hampir teatrikal.

Dial, Kosmos dalam Miniatur
Jika case berbicara tentang arsitektur, maka dial diibaratkan sebuah puisi. Motif Milky Way khas De Bethune direinterpretasi dengan sentuhan Louis Vuitton. Pin emas putih ditanam satu per satu ke dalam titanium biru, menciptakan kedalaman visual seperti langit malam. Menariknya, konstelasi tersebut diam-diam membentuk huruf “LV”.
Indikator day-night berbentuk bola berputar dua kali setiap 24 jam—terbuat dari emas rose gold dan baja flame-blued—menambah dimensi kinetik yang hipnotik.
Sympathique, Mekanika yang Nyaris Magis
Puncak intelektual proyek ini terletak pada LVDB-03 Sympathique Louis Varius—jam meja monumental yang terinspirasi dari konsep Abraham-Louis Breguet tahun 1795.
Secara sederhana, sistem ini memungkinkan wristwatch untuk otomatis ter-wind, otomatis tersinkronisasi, reset setiap dua jam dan akan penuh kembali dalam kurang lebih 10 jam docking.
Sementara clock ini sendiri merupakan monster mekanis dengannn 763 komponen dengan daya simpan tenaga hingga 11 hari, memiliki dua barrel besar, remontoir d’égalité dan bergerak di frekuensi 18.000 vph.
Yang membuatnya semakin teatrikal adalah diorama berputar karya ilustrator François Schuiten—menampilkan kereta uap, balon udara di savana Afrika, hingga pendaki gunung. Sebuah metafora visual bahwa waktu bersifat siklik, bukan linear.
Louis Vuitton X De Bethune ini di produksi dalam skala produksi ekstrem hanya 2 set lengkap (clock dan jam tangan), dan 10 jam jam tangan tambahan. Tentu saja setiap unit disimpan dalam trunk titanium bespoke dari atelier Asnières—lengkap dengan interior Alcantara dan leather—menegaskan DNA travel Louis Vuitton.
Lebih dari Sekadar Jam
LVDB-03 Louis Varius bukan produk untuk pasar massal—bahkan dalam standar haute horlogerie sekalipun. Ia adalah objek percakapan, eksperimen filosofis, dan demonstrasi bahwa di era digital, mekanika presisi masih mampu memicu rasa takjub.
Kolaborasi ini juga menegaskan posisi Louis Vuitton yang semakin serius di ranah high watchmaking independen, sekaligus memperkuat reputasi De Bethune sebagai salah satu maison paling visioner saat ini.
Bagi para kolektor sejati, LVDB-03 bukan sekadar alat penunjuk waktu.


