
Di lantai 55 Marina Bay Sands, restoran Jin Ting Wan tampil sebagai interpretasi kontemporer dari warisan masakan Yue. Lengkap dengan ukiran oriental, sentuhan minimalis, dan yang paling menarik adalah cara baru menikmati dalam bersantap. Chef Albert Li, dengan jejak karier bintang Michelin-nya, menghidangkan hidangan-hidangan yang bukan cuma enak, melainkan juga punya cerita di dalamnya. Misalnya, roasted duck khasnya yang diproses dengan teknik unik. Ini terlihat dari roasted duck yang tampil seperti alat musik pipa. Keunikan ini tidak hanya dibuat sekadar estetika cantiknya, tetapi teknik tersebut memperkuat rasa dan tekstur.

Hal yang membuat Jin Ting Wan menyenangkan untuk dibicarakan adalah keberanian bermain di antara batas tradisi dan eksplorasinya. Menu mereka berasal dari Kanton, juga merambah cita rasa Guangdong lain seperti Hakka dan Teochew. Perpaduan cita rasa berbagai daerah ini terasa menyatu dalam harmonis. Mantis shrimp ala Teochew dengan huadiao wine dan kulit jeruk merupakan contoh bagaimana kenangan dapur bisa disulap jadi sajian playful, tapi tetap tajam secara teknis. Chef Li seolah ingin berbicara bahwa perpaduan cita rasa ini merupakan nostalgia dan juga sebuah reinterpretasi.


Kalau biasanya upacara teh terasa formal dan agak jauh dari keseharian kita, Jin Ting Wan bikin semuanya terasa intimate. Head Tea Master Jacky menyajikan 80 variasi teh dengan cara Gong Fu. Ini merupakan ritual tenang yang tepat untuk momen yang refreshing di antara hidangan. Selain itu, jika Anda berada pada tim mocktail atau penyuka baijiu, mereka juga menyajikan pilihan minuman yang diinfus dengan teh. Restoran Jin Ting Wan dipenuhi dengan 162 kursi, area privat, dan chef’s table untuk delapan orang.


