Ketika kaki-kaki kalian menapak, apa yang kalian perhatikan? Keriuhan dunia? Kerusakan? Petaka? Perjuangan hidup? Coba lihat apa yang diperhatikan Ade Ardhana, seorang product photographer (lahir di Bali 21 Desember (1994), ia ternyata lebih mengarahkan matanya ke keindahan walau hanya berukuran setangkup tangan. Seperti aneka flora yang merekah, atau buah-buahan yang menyimpan gelombang pola ketika di belah. Objek-objek yang Ade temukan di sepanjang jalan setapak di kampung halamannya, juga di susunan sesaji di upacara Odalan (perayaan hari jadi Pura di Bali), menjadi inspirasi foto-foto still-life yang tengah ia pamerkan di Bumi Kinar Ubud dengan judul ‘MENAPAK‘.

295 x 280 mm
Printed on Laminated Photo Paper
Unframed
Complimenting Color
Objek-objek bebungaan ia susun ulang dalam satu bingkai, masing-masing saling isi ruang (seperti di foto utama artikel ini), indah, positive vibe, membuat tersenyum. Susun complimenting color terlihat terencana jitu, walau terkesan kuat masih seperti terlihat dari alam sebenarnya. Merah berhadapan dengan hijau, ungu bersisian dengan kuning, dan biru berdampingan dengan oranye. Pada karya berjudul Percik Pesona (480 x 680 mm, printed on canvas), warna hijau daun pepaya dan teksturnya menjadi menadah dua petik bunga anggrek merah, semuanya berlatar hitam pekat. Satu komposisi yang modern. Tata warna ini Ade dapatkan bukan dari sekolah seni rupa, tetapi murni dari keseharian hidup di Bali, plus penggunaan color wheel sebagai acuan akurasi

300 x 300 mm
Printed on Laminated Photo Paper
Aluminium Frame
Golden Ratio dalam satu bidikan
Foto-foto Ade di pameran ini tidak memakai komposisi Golden Ratio, komposisi andalan banyak fotografer dunia. Golden Ratio adalah teknik komposisi yang menggunakan proporsi 1:1.618 (atau rasio Fibonaci) untuk menempatkan elemen dan objek visual dalam satu bingkai foto, komposisi ini dianggap harmonis dan estetis oleh mata. Namun pada kenyataannya pola Golden ratio juga ditemukan dalam berbagai fenomena alam, seperti susunan spiral kerang nautilus, kelopak bunga, hingga susun biji-bijian di dalam buah. Nah, bukannya memakai komposisi Golden Ratio, malah Ade menumpuk lebih dari satu Golden Ratio dalam satu bingkai. Sepertinya, kita perlu terdiam sejenak.

480 x 680 mm
Printed on Canvas
Wooden Frame
MENAPAK, sebuah perjalanan visual
Berbasis di Denpasar dan telah menggeluti still life sejak 2015, Ade melihat fotografi bukan semata medium, tapi cara hidup. Dalam siaran pers disampaikan bahwa pameran ‘MENAPAK’ ini adalah sebuah perjalanan visual yang membingkai relasi manusia dan alam dalam tapak-tapak yang sering luput diperhatikan. Karya-karya seperti Putik Sari, Bunga Pisang, hingga Batang Ciplukan menjelma menjadi simbol kontemplasi—menyuarakan siklus kehidupan yang kerap terabaikan dalam bisingnya rutinitas.

800 x 1050 mm
Printed on Laminated Photo Paper
Unframed
Rendang, Rujak, Sayur
Tak hanya estetika flora, Ade juga mengetengahkan flora dan sayur mayur dalam narasi kuliner lokal seperti; Sayur Bukan Buah; A Rendang Spices Vase; dan The Art of Lawar. Akibatnya karya foto yang ditampilkan rada mengundang senyum, kita menjadi paham, ‘Oh ini toh bahan baku rujak?’ Pada karya berjudul ‘Rendang Spices Vase’, bahan-bahan masakan rendang dirangkai mencuat dari dalam vas, polanya berpencar seperti kembang api, mengingatkan pada sensasi pedas yang menyeruak ke seluruh rongga mulut. Pameran ini juga menampilkan instalasi kolaboratif dengan desainer bunga Sofia Gozali, yang menanggapi lanskap emosional ruang Bumi Kinar, menyatukan tumbuh, gugur, dan kembali ke tanah.

800 x 970 mm
Printed on Laminated Photo Paper
Unframed
Bidikan Ade dan Industri Kecantikan Indonesia
Di dalam industri beauty dan fashion, karya-karya foto seperti ini banyak muncul di Paris, terutama pada ajang-ajang peluncuran parfum baru dan juga serial skincare. Objek bunga dan buah (yang selalu menjadi bahan dasar parfum) difoto still-life, bening, dan gamblang natural. Orang-orang diajak menikmati wewangian tidak hanya dengan indera penciuman, tetapi juga dengan bahasa visual. Berdasarkan karya-karya Ade ini, sudah saatnya industri kecantikan Indonesia seperti Wardah, Kahf, Make Over, atau La Tulipe, mengangkat seniman slash fotografer seperti Ade sebagai bagian dari gerakan local pride. Dari Indonesia untuk dunia. Apa rencana Ade setelah pameran ini? “Rencananya akan buat buku foto mas, coffee table format gitu, serta akan ada beberapa pameran yang salah satunya ada di Jakarta tahun depan.”

1250 x 1000 mm
Printed on Laminated Photo Paper
Unframed

500 x 650 mm
Printed on Laminated Photo Paper
Unframed

700 x 500 mm Printed on Canvas Wooden Frame

600 x 800 mm
Printed on Hahnemühle William Turner
Aluminium Frame

385 x 385 mm
Printed on Enhanced Matte Paper
Aluminium Frame

900 x 600 mm
Printed on Enhanced Matte Paper
Aluminium Frame

870 x 580 mm
Printed on Laminated Photo Paper Unframed



