Ketika kecil dulu, ingatkah kalian kapan kalian bisa sangat berkuasa? Salah satunya tentu kita bisa sesuka hati mencorat-coret buku tulis kita, dengan pulpen biru, melahirkan bentuk ajaib mengabstrak, rumput dan kembang-kembangan enggak jelas, bebas revisi, bebas perbaikan. Tangan kita begitu powerful, sangat menyenangkan. Perasaan inilah yang muncul ketika hadir di Artsphere Gallery di Jakarta Selatan kali ini. Di sini terhampar satu pameran tunggal berjudul ‘Meticulous Matters’, karya Tommy Wondra.

Goresan Tangan Tanpa Hambatan Tommy Wondra
Dengan gerak tangannya yang terasa sangat tanpa hambatan, Tommy menggambarkan benda-benda seperti pot tanaman dan bunga sederhana, di atas latar yang mengesankan halaman selembar kertas. Seperti karya berjudul ‘Wadah Ajaib’ dimensi 120×120 cm, Tommyy menyusun empat vas keramik Cina dengan siulet bebas merdeka, latar kertas tampil kuat efek sobek yang sudah ditempel selotip (selotipnya lukisan ya, so real). Pada motif kertas kotak-kotak terdapat patahan di sisi tengah bawah, membentuk perspektif yang memberi kesan ruang. Gambar yang innocent, tapi terencana, rumit dengan keilmuan dan jam terbang.

Artsphere Gallery Jakarta 29 Juli ke 19 Agustus 2025
Detail demi detail dibuat dari titik-titik, corat-coret, tarikan benang, cetakan sablon untuk membangun narasi yang menggabungkan realitas, interpretasi, dan kenangan visual. Kanvas Tommy adalah medan eksperimen bentuk dan tekstur. Tidak ada kemegahan yang dipaksakan, hanya kesederhanaan, dan sisi-sisi human yang kreatif mandiri. Meticulous Matters mengajak pengunjung untuk melambat, mengamati, dan merasakan bahwa dunia kecil di atas kertas lusuh bisa menyimpan kenangan tentang betapa pernah berkuasanya kita. Pameran ini berlangsung dari tanggal 29 Juli hingga 19 Agustus 2025.











