Untuk Bvlgari, di partisipasi tahun kedua di Watches And Wonders Geneva, evolusi bukan sekadar narasi namun menjadi manifestasi nyata dalam proporsi, teknik, dan cara sebuah jam dikenakan. Fokus tahun ini tertuju pada interpretasi baru Octo Finissimo 37mm, sebuah langkah yang secara halus namun signifikan menggeser definisi jam ultra-tipis menuju ranah yang lebih personal dan kontemporer.
Reinterpretasi Ikon dalam Skala Baru

Octo Finissimo, sejak debutnya pada 2014, telah menjadi simbol keberanian desain geometris yang berakar pada arsitektur Romawi. Setelah berhasil menjadi jam tangan tertipis, jam tangan ini berevolusi lebih kecil. Kini, dalam diameter 37 mm, proporsinya dipadatkan tanpa kehilangan karakter. Reduksi ini bukan sekadar keputusan estetika, melainkan rekayasa ulang menyeluruh—baik pada struktur internal maupun ekspresi visualnya.
Hasilnya adalah sebuah jam dengan kehadiran yang lebih intim di pergelangan, namun tetap mempertahankan identitas arsitekturalnya: garis tegas, permainan volume, dan ritme bentuk yang menyerupai kolom serta kubah klasik. Dalam skala ini, Octo Finissimo bergerak dari objek teknis menjadi bagian dari gaya hidup—lebih dekat, lebih wearable, dan lebih universal.
Miniaturisasi sebagai Bahasa Inovasi
Di balik dimensinya yang lebih ringkas, tersembunyi pendekatan teknis yang kompleks. Mesin baru BVF 100—kaliber otomatis ultra-tipis dengan micro-rotor—menjadi pusat inovasi. Dengan ketebalan hanya 2,35 mm dan cadangan daya hingga 72 jam, mekanisme ini menunjukkan efisiensi tinggi dalam volume yang telah dipangkas sekitar 20%.
Miniaturisasi di sini bukan sekadar pencapaian teknis, melainkan filosofi: bagaimana menyederhanakan tanpa mengorbankan performa. Bahkan bobot total jam hanya sekitar 65 gram, menghadirkan sensasi ringan yang hampir tak terasa—namun tetap berkarakter kuat.
Universalisme Baru dalam Horologi Modern

Diameter 37 mm membuka babak baru bagi Octo Finissimo: inklusivitas desain. Jam ini tidak lagi terikat pada satu tipe pergelangan atau gaya tertentu. Ia menjadi “one watch for every wrist”—fleksibel, adaptif, dan lintas konteks. Pendekatan ini mencerminkan pergeseran dalam dunia luxury watchmaking: dari demonstrasi teknis menuju ekspresi gaya hidup. Jika versi 40 mm adalah puncak virtuositas horologi, maka versi 37 mm adalah artikulasi elegansi sehari-hari—sebuah essential dalam wardrobe modern.
Konsep ini selaras dengan semangat sprezzatura Italia: keanggunan yang tampak effortless, namun sesungguhnya sangat terkurasi. Jam ini dengan mudah menyelinap di bawah cuff kemeja, menyatu dengan tailoring tanpa mendominasi.
Empat Interpretasi, Satu DNA
Bvlgari menghadirkan empat varian Octo Finissimo 37 mm, masing-masing mengekspresikan karakter berbeda tanpa meninggalkan DNA koleksi:
- Titanium sandblasted: ringan, matte, dan sangat kontemporer—menonjolkan kedalaman tekstur.
- Titanium satin-polished: lebih reflektif, menegaskan garis arsitektural dengan permainan cahaya.
- Yellow gold 18 karat: interpretasi paling klasik, menghadirkan kehangatan dan kemewahan khas rumah perhiasan Romawi.
- Minute Repeater titanium: komplikasi tinggi dengan resonansi akustik optimal, membuktikan bahwa dimensi kecil tidak membatasi kompleksitas.
Yang mana setiap versi masih mempertahankan ketebalan ultra-tipis—sekitar 6,45 mm (dan 6,85 mm untuk minute repeater)—menjadikannya tetap setia pada DNA Finissimo sebagai pionir ultra-thin watchmaking.
Detail sebagai Pernyataan Desain
Perhatian terhadap detail menjadi kunci dalam evolusi ini. Profil sekrup oktagonal diperbarui, finishing movement menampilkan radiating Côtes de Genève yang lebih kompleks dibanding pola linear tradisional, sementara integrasi bracelet kini menggunakan sistem sekrup untuk presisi struktural yang lebih tinggi. Sementara bracelet juga mengalami penyempurnaan ergonomis dengan clasp push-button, menghadirkan kenyamanan yang lebih intuitif—sebuah keseimbangan antara engineering dan pengalaman pemakaian.
Bvlgari watches Octo Finissimo 37 mm bukan sekadar reinterpretasi ukuran, melainkan redefinisi fungsi jam dalam kehidupan modern. Ia bergerak dari showcase teknis menjadi companion sehari-hari—tetap sophisticated, namun lebih relevan. Dalam horologi kontemporer, di mana batas antara fashion dan teknik semakin cair, model ini berdiri sebagai pernyataan: bahwa inovasi tidak selalu harus lebih besar, lebih kompleks, atau lebih ekstrem. Terkadang, justru dalam skala yang lebih kecil, esensi sebuah ikon menemukan bentuk paling murninya.


