Luxina, Saya masih mengingat fashion show Hermès pertama saya pada Juni 2013 di Paris, untuk koleksi men’s collection spring/ summer 2014. Ingatan saya masih jelas pada saat itu show diadakan di sebuah taman dengan pohon yang rindang dan sejuk, sehingga matahari Paris bulan Juni tidak begitu menyengat. Di sini pula saya pertama kali melihat langgsung Veronique Nichanian, sang direktur artistik untuk Hermès men’s collection.
Kemudian berita Nichanian akhirnya step down dari jabatannya, yang saya baca di WWD tadi malam, bukanlah berita yang mengejutkan tapi juga tidak biasa-biasa saja. Nichanian sudah menjabat sebagai Direktur Artistik Hermès Men’s collection selama 37 tahun. Ini adalah posisi Direktur Artistik terlama yang ada dari semua rumah mode di Paris. Mengapa ia bisa begitu lama di posisi tersebut?
Hermès ibaratnya adalah penjaga luxury kota Paris dan negara Prancis. Semua jenama leather goods dan fashion (dunia), mengacu pada jenama ini sebagai bench mark dan tolak ukur. Craftsmanship, keunggulan material dan desain dari Hermès haruslah yang terbaik dari yang paling baik tanpa kompromi. Termasuk juga koleksi pakaian siap pakai.
Sewajarnya jenama ini selalu mengeluarkan barang yang (terlihat) itu-itu saja dan kadang hampir mirip di setiap musim. Yang mana inovasi bukan lagi pada desain, tapi pada material, teknik pola, dan fungsi, yang memiliki daya pakai hingga puluhan tahun bahkan turun temurun, tanpa terlihat tertinggal trend. Ini yang membuktikan jenama ini ikonik, sehingga disaat orang melihat barang yang itu lagi-itu lagi maka tanpa perlu menyentuh, sangat mudah diidentifikasi.
Seperti itu pula Hermès menjaga posisi Direktur Kreatifnya, disaat Nichanian sudah berada di posisinya selama 37 tahun, maka ia paham apa yang sudah pernah dan belum pernah ia buat untuk rumah mode ini. Dan pakaian pria Hermès adalah sesuatu yang timeless, yang bisa diwariskan, bukan pakaian trendy yang hanya berumur 3 bulan. Nichanian sudah meletakan Hermès menswear di posisi yang sebenarnya, dalam kurun waktu yang tidak sebentar, dengan tipe market yang tidak berubah. Dan memang Hermès tidak berniat untuk mengubah geografis customer-nya, yang sudah menjadi penikmat dan pencinta jenama ini. Yang paham sejarah dan identitas, yang sudah berjalan ratusan tahun, yang membuatnya menjadi ikonik. Dan Veronique Nichanian akan mempersembahkan koleksi terakhirnya untuk Hermès men pada bulan Januari 2026 mendatang.
Pertanyaannya sekarang, apakah pengganti Nichanian akan bisa bertahan selama itu untuk menjaga warisan ini?


