Sander Looijen adalah General Manager (GM) di The Westin Resort Nusa Dua, Bali, sekaligus memimpin Bali International Convention Centre (BICC). Pria asal Belanda ini resmi mengemban posisi tersebut sejak pertengahan tahun 2023. Sebagai seorang veteran di jaringan Marriott International (bergabung sejak tahun 2002), ia membawa lebih dari 20 tahun pengalaman di industri hospitality Asia Pasifik—mulai dari Shanghai, Phuket, hingga Hong Kong—sebelum akhirnya menakhodai Westin Nusa Dua. LUXINA berhasil mewawancara Sander Looijen dan mempersembahkannya untuk pembaca.

1. The “Wow” Factor
Luxina: Anda sudah bekerja di banyak properti luar biasa di Asia. Saat pertama kali datang ke Westin Nusa Dua, apa hal yang langsung membuat Anda berpikir, “wow”? Menurut Anda, apa yang membuat tempat ini begitu istimewa?
Sander Looijen: Saya beruntung pernah bekerja di banyak properti hebat di Asia, jadi tidak mudah bagi sebuah tempat untuk benar-benar meninggalkan kesan mendalam. Hal pertama yang langsung menarik perhatian saya di sini adalah rasa lapangnya. Di Bali, cukup jarang menemukan resor yang terasa begitu luas, namun tetap terhubung dengan baik antara area pantai, taman, dan pusat konvensi, tanpa terasa ramai atau terlalu padat pembangunan.
Namun bukan hanya itu. Yang benar-benar mendefinisikan tempat ini adalah timnya. Ada kehangatan yang terasa alami dan tidak bisa dibuat-buat. Hal itu terlihat dari cara para tamu disambut dan dilayani. Dipadukan dengan fokus kuat pada wellness, pengalaman yang tercipta terasa lebih dari sekadar menginap di resor. Banyak tamu datang ke sini untuk benar benar memulihkan diri, baik melalui istirahat, aktivitas fisik, maupun sekadar mengambil jeda dari rutinitas sehari hari.

2. The Foodie Perspective
Luxina: Anda memiliki latar belakang yang kuat di dunia F&B dan dikenal mampu menjadikan hotel sebagai destinasi kuliner yang dicari banyak orang. Apa resep sukses Anda untuk restoran restoran di sini? Adakah konsep atau cita rasa baru yang ingin Anda hadirkan?
Sander Looijen: Saya sebenarnya tidak percaya pada istilah “resep rahasia”. Menurut saya, yang paling penting adalah memiliki identitas yang jelas untuk setiap outlet, lalu menjalankannya secara konsisten. Saat ini kami sudah memiliki konsep yang kuat seperti restoran Ikan, Prego, dan Hamabe. Masing masing memiliki karakter yang jelas. Fokus kami adalah memastikan semuanya terus berkembang dan tidak menjadi stagnan. Dunia kuliner bergerak sangat cepat, dan jika tidak beradaptasi, kita akan tertinggal.
Bagi saya, semuanya dimulai dari autentisitas. Menggunakan bahan yang tepat, bekerja dengan chef yang memahami cerita di balik masakannya, serta memastikan apa yang disajikan relevan dengan lokasi tempat kita berada. Program seperti Travelogues of the Archipelago di Ikan adalah contoh yang baik. Konsep ini menggali kekayaan kuliner Indonesia dan menyajikannya dengan cara yang relevan bagi tamu masa kini.
Ke depan, saya lebih tertarik untuk membuat pengalaman bersantap menjadi lebih menarik dan interaktif. Kolaborasi, program minuman yang lebih kuat, serta interaksi yang lebih dekat antara dapur dan tamu menjadi beberapa fokus kami. Jadi bukan hanya makanan yang lezat, tetapi juga pengalaman yang benar benar berkesan.

3. Mastering the Big Stage
Luxina: BICC sudah lama dikenal sebagai salah satu venue acara terbesar dan paling bergengsi di Bali. Anda bahkan pernah meraih penghargaan Events Leader of the Year. Bagaimana Anda menjaga momentum ini agar BICC tetap menjadi yang terdepan?
Sander Looijen: Kuncinya adalah kami tidak menjalankan resor dan BICC sebagai dua entitas yang terpisah. Semuanya berjalan sebagai satu tim, satu operasional, dan satu pengalaman bagi klien. Keselarasan inilah yang membuat perbedaan besar.
Untuk menjaga momentum, sebenarnya cukup sederhana. Pertama, konsistensi. Acara berskala besar tidak memberi ruang untuk kesalahan atau ketidakkonsistenan, sehingga eksekusi harus selalu dapat diandalkan. Kedua, perbaikan berkelanjutan, baik dari sisi fasilitas, teknologi, maupun alur pelayanan. Ketiga, menjaga keunikan yang dimiliki BICC.
Tempat ini memiliki identitas yang kuat, mulai dari arsitektur hingga cerita yang melekat di dalamnya. Identitas tersebut bukan untuk diganti, melainkan dirawat dan terus disesuaikan dengan kebutuhan pasar saat ini. Keberlanjutan juga menjadi fokus penting, bukan sekadar topik pembicaraan. Klien kini mengharapkannya, dan itu sangat wajar. Karena itu, prinsip keberlanjutan harus benar benar menjadi bagian dari cara kami beroperasi setiap hari.
Pada akhirnya, menjadi yang terdepan bukan berarti harus selalu melakukan sesuatu yang sepenuhnya berbeda. Yang terpenting adalah menjalankan hal hal mendasar dengan lebih baik daripada siapa pun, sambil terus meningkatkan standar yang ada.

4. Walking the Talk on Wellness
Luxina: Di luar pekerjaan, Anda aktif berolahraga mulai dari CrossFit, polo air, hingga renang laut terbuka. Bisa dibilang Anda adalah representasi nyata dari konsep wellness yang diusung Westin. Bagaimana gaya hidup aktif ini membantu Anda memimpin tim dan terhubung dengan para tamu?
Sander Looijen: Bagi saya, wellness memang sudah menjadi bagian dari gaya hidup sehari hari, sehingga bekerja bersama Westin terasa sangat alami. Menjalani gaya hidup aktif membantu saya tetap konsisten, terutama dalam peran yang cukup menuntut. Hal ini juga memudahkan saya terhubung dengan tim maupun tamu karena semuanya terasa autentik. Entah itu ikut berolahraga, menggunakan fasilitas yang tersedia, atau sekadar hadir di lingkungan tersebut, semuanya bukan sesuatu yang terpisah dari pekerjaan.
Menurut saya, hal ini penting. Ketika tim melihat nilai-nilai wellness benar benar dijalani, bukan hanya dibicarakan, maka hal itu akan menjadi bagian dari budaya kerja. Dan ketika sudah menjadi budaya, para tamu akan merasakannya secara alami tanpa perlu banyak penjelasan.


5. The Winning Formula
Luxina: Anda pernah memimpin hotel hingga meraih penghargaan Hotel of the Year. Dalam operasional sehari hari di sini, apa hal utama yang paling Anda fokuskan untuk mengubah pengalaman tamu dari sekadar “sangat baik” menjadi “tak terlupakan”?
Sander Looijen: Jika disederhanakan, perbedaan antara pengalaman menginap yang baik dan yang benar benar berkesan adalah seberapa personal pengalaman tersebut dirasakan oleh tamu. Dari sisi operasional, semua hal mendasar seharusnya sudah berjalan dengan baik. Itu adalah standar minimum. Yang benar benar membuat perbedaan adalah apakah kita memahami tamu dengan cukup baik untuk merespons kebutuhan mereka secara alami, bukan sekadar mengikuti skrip.
Semuanya kembali pada perhatian terhadap detail dan kepercayaan kepada tim. Setiap orang perlu merasa memiliki kewenangan untuk bertindak, bukan hanya menjalankan daftar tugas. Hal-hal kecil seperti mengingat preferensi tamu, mengantisipasi kebutuhan mereka, atau melakukan penyesuaian tanpa diminta sering kali menjadi momen yang paling diingat. Di situlah fokus utama kami, karena hal-hal kecil itulah yang mengubah pengalaman yang baik menjadi sesuatu yang benar benar menonjol.

6. Island Life
Luxina: Apa yang paling Anda nikmati dari suasana Bali? Bagaimana “magis Bali” berpadu dengan pengalaman global yang ingin Anda hadirkan di resor ini?
Sander Looijen: Yang paling saya hargai dari Bali adalah keseimbangannya. Pulau ini memiliki identitas budaya yang kuat, nuansa spiritual yang terasa hidup, serta ritme kehidupan yang berbeda dari kebanyakan kota besar. Tanpa disadari, Bali membuat kita melambat dan menikmati momen. Hal ini sangat selaras dengan pengalaman yang ingin kami hadirkan. Kami beroperasi dengan standar internasional, tetapi tetap penting agar pengalaman yang dirasakan tamu memiliki keterhubungan yang kuat dengan Bali.
Koneksi itu hadir dalam banyak bentuk, mulai dari makanan, desain, hingga cara tim berinteraksi dengan tamu. Pengalaman yang kami tawarkan tidak boleh terasa generik. Para tamu datang ke Bali karena alasan tertentu, dan tugas kami adalah memastikan mereka benar benar merasakan berada di Bali, bukan sekadar menginap di resor mewah yang bisa saja berada di mana pun di dunia.



