Ada alasan mengapa kombinasi biru dan oranye Gulf selalu menarik perhatian. Warna itu bukan sekadar pilihan desain, melainkan bagian dari sejarah motorsport yang sudah hidup selama puluhan tahun. Sekali melihatnya, banyak orang langsung teringat pada mobil balap klasik, lintasan Le Mans, hingga sosok Steve McQueen yang membuatnya semakin ikonik lewat film Le Mans. Warisan inilah yang kini kembali dihadirkan oleh TAG Heuer melalui Formula 1 Automatic Chronograph x Gulf. Sebuah jam tangan yang tidak hanya mengusung identitas visual Gulf, tetapi juga membawa semangat balap ke dalam kehidupan sehari-hari.

Hubungan TAG Heuer dan dunia motorsport memang bukan cerita baru. Selama puluhan tahun, nama ini hadir di lintasan sebagai penanda waktu dalam momen-momen yang menentukan kemenangan. Sementara Gulf membangun reputasinya lewat warna yang begitu mudah dikenali. Ketika keduanya bertemu, hasilnya bukan sekadar kolaborasi, melainkan pertemuan dua ikon yang sama-sama lahir dari budaya balap.
Nuansa itu langsung terasa pada tampilan jam tangan ini, dua garis vertikal biru dan oranye membelah dial hitam, menghadirkan kesan yang sederhana namun sangat khas. Detail-detailnya memang terinspirasi dari dunia racing, tetapi tetap terasa elegan saat dikenakan di luar lintasan. Ini adalah jam yang tidak perlu menjelaskan asal-usulnya dengan karakter yang sudah berbicara sejak pertama kali dilihat.

Material yang digunakan pada jam berukuran 44 mm ini-pun mengikuti filosofi tersebut. Titanium membuatnya ringan di pergelangan tangan, sementara bezel forged carbon memberikan sentuhan modern yang identik dengan dunia performa tinggi. Semua elemen dirancang untuk menghadirkan pengalaman memakai jam yang terasa sporty, namun tetap nyaman untuk aktivitas sehari-hari.
Jam tangan ini diproduksi terbatas hanya 1.000 unit, Formula 1 Automatic Chronograph x Gulf menawarkan sesuatu yang lebih dari sekadar eksklusivitas. Jam ini menjadi pengingat bahwa desain terbaik sering kali lahir dari cerita yang panjang. Warna biru dan oranye Gulf telah melewati berbagai era, berpindah dari lintasan balap ke layar lebar, lalu kini menemukan bentuk barunya di atas pergelangan tangan.




