Parfum tidak lagi sekadar menjadi pelengkap penampilan. Di tangan rumah parfum niche asal Prancis, Alexandre J, wewangian hadir sebagai medium untuk mengekspresikan identitas, emosi, hingga karakter seseorang. Gagasan tersebut diwujudkan melalui peluncuran The Elixir Collector, koleksi terbaru Alexandre J yang kini resmi hadir di Indonesia melalui C&F Indonesia, distributor resmi Alexandre J di Tanah Air.

Peluncuran yang berlangsung di Restoran Contra, Jakarta Selatan, dikemas berbeda dari acara parfum pada umumnya. Mengusung tema “Who Are You?”, para tamu tidak langsung diperkenalkan pada deretan botol parfum, melainkan diajak mengenali kepribadian mereka terlebih dahulu melalui sebuah kuisioner yang berisi pertanyaan mengenai karakter, gaya hidup, hingga preferensi dalam menikmati sebuah pengalaman. Hasil kuisioner tersebut kemudian menentukan warna scarf yang dikenakan masing-masing tamu, sekaligus merepresentasikan parfum The Elixir Collector yang paling sesuai dengan karakter mereka.

Acara semakin menarik dengan kehadiran Amélie Bourgeois, perfumer dari Studio Flair yang bersama Anne-Sophie Behaghel mengembangkan seluruh koleksi The Elixir Collector. Dalam sesi presentasi, Amélie menjelaskan bagaimana setiap aroma tidak hanya memiliki komposisi wewangian yang berbeda, tetapi juga menggambarkan tipe kepribadian tertentu.
Lebih dari 15 Tahun Menggabungkan Seni dan Parfum
Didirikan oleh desainer asal Prancis Alexandre.J, maison ini dikenal sebagai salah satu rumah parfum niche yang memadukan seni, arsitektur, sejarah, dan budaya dalam setiap kreasinya. Tidak hanya berfokus pada aroma, Alexandre J juga menempatkan desain botol sebagai karya seni yang dibuat dengan perhatian tinggi terhadap detail.
Selama lebih dari 15 tahun, Alexandre J membangun identitasnya melalui botol-botol parfum yang diproduksi secara handmade dengan sentuhan artistik yang kuat. Filosofi tersebut tetap dipertahankan dalam The Elixir Collector, meski kini hadir dengan tampilan yang lebih modern melalui penggunaan botol kaca berwarna yang elegan tanpa menghilangkan karakter mewah khas maison ini.
The Elixir Collector sendiri merupakan evolusi dari koleksi ikonis The Collector. Enam parfum terlaris Alexandre J diinterpretasikan ulang dengan sentuhan aroma yang lebih kontemporer melalui tambahan nuansa fruity, woody, maupun lactonic, sekaligus menghadirkan satu kreasi baru yang melengkapi koleksi menjadi tujuh parfum.
Black Muscs II Elixir, Elegan dan Penuh Misteri
Black Muscs II Elixir menjadi pilihan bagi mereka yang memiliki karakter kuat, misterius, dan karismatik. Aroma blackcurrant dan blackberry membuka komposisi dengan kesan buah yang gelap, kemudian berpadu dengan mawar sebelum ditutup oleh amber woods dan white musk yang hangat.


Parfum ini cocok bagi pribadi yang tidak pernah berusaha menjadi pusat perhatian, tetapi selalu berhasil menarik perhatian orang lain berkat aura yang dimilikinya. Sosok seperti ini digambarkan Alexandre J sebagai The Magnetic Icon, seseorang yang tenang, percaya diri, dan meninggalkan kesan mendalam.
Morning Muscs II Elixir, Hangat dan Menenangkan
Berbeda dengan Black Muscs II, Morning Muscs II Elixir menghadirkan karakter yang lebih lembut melalui sentuhan peach yang manis, bunga osmanthus, mawar, cashmere wood, dan white musk.


Aroma ini menggambarkan pribadi yang hangat, mudah didekati, dan memiliki pesona alami tanpa harus tampil mencolok. Alexandre J menyebut karakter ini sebagai The Luminous Presence, yaitu sosok yang meninggalkan kesan elegan sekaligus memberikan rasa nyaman bagi orang-orang di sekitarnya.
White Night Elixir, Simbol Kesederhanaan yang Berkelas
Sebagai parfum baru yang melengkapi koleksi The Elixir Collector, White Night Elixir menawarkan karakter yang bersih, segar, sekaligus modern. Perpaduan fig milk, ginger, orange blossom, sandalwood, guaiac wood, dan white musk menghasilkan aroma creamy dengan sentuhan woody yang lembut.


Parfum ini ditujukan bagi mereka yang menyukai keanggunan yang tidak berlebihan. Pribadi yang tenang, sederhana, tetapi tetap meninggalkan kesan elegan menjadi karakter utama White Night Elixir. Alexandre J menyebutnya sebagai Conscious Purity, sosok yang percaya bahwa kepercayaan diri tidak selalu harus ditunjukkan secara berlebihan.
Rose Oud II, Perpaduan Mawar dan Oud yang Lebih Modern
Rose Oud II menghadirkan interpretasi baru dari kombinasi klasik mawar dan oud. Kehadiran bergamot dan buah-buahan merah membuat aroma ini terasa lebih segar sebelum bertransisi menuju oud, patchouli, dan sandalwood yang kaya karakter.


Parfum ini diperuntukkan bagi perempuan yang percaya diri, memiliki jiwa pemimpin, dan menjadikan parfum sebagai bagian dari identitasnya. Karakter tersebut digambarkan sebagai The Modern Sovereign, perempuan modern yang kuat, elegan, dan berani tampil berbeda.
Iris Violet II, Ceria, Manis, dan Penuh Energi
Iris Violet II menawarkan karakter yang lebih playful melalui perpaduan lemon, red fruits, milk, vanilla, caramel, dan amber woods. Aroma gourmand yang lembut menciptakan kesan feminin, hangat, sekaligus menyenangkan.


Parfum ini sesuai bagi mereka yang selalu membawa energi positif, mudah bergaul, dan mampu menghidupkan suasana di mana pun berada. Alexandre J menggambarkannya sebagai The Magnetic Joy, sosok yang memancarkan kebahagiaan dan optimisme secara alami.
Golden Oud II, Hangat dengan Sentuhan Timur Tengah
Golden Oud II menjadi representasi kecintaan Alexandre J terhadap budaya Timur. Aroma passion fruit membuka komposisi dengan kesan yang tidak biasa, kemudian diperkaya oleh cengkeh, mawar, saffron, benzoin, dan oud yang memberikan karakter hangat sekaligus mewah.


Karakter parfum ini diperuntukkan bagi mereka yang percaya diri, berwibawa, dan menyukai aroma oriental yang kaya akan kedalaman. Alexandre J menyebutnya sebagai The Fire Keeper, pribadi yang penuh misteri namun memiliki daya tarik yang sulit diabaikan.
Rose Alba II, Mawar yang Berani Menunjukkan Karakter
Rose Alba II menjadi parfum paling berani dalam koleksi ini. Aroma almond, blackcurrant, peach, rose, violet, leather, tonka bean, vanilla, amber woods, dan sandalwood menciptakan komposisi floral leather yang sensual sekaligus dewasa.


Parfum ini dirancang bagi perempuan yang berani menjadi dirinya sendiri, percaya pada insting, dan tidak takut menunjukkan sisi emosional maupun sensualitasnya. Alexandre J menggambarkan karakter tersebut sebagai The Unbound, perempuan dengan kepribadian kuat yang selalu meninggalkan kesan mendalam.
Saat Parfum Menjadi Sebuah Identitas
Melalui The Elixir Collector, Alexandre J menunjukkan bahwa parfum tidak lagi hanya dipilih berdasarkan aroma yang disukai, tetapi juga berdasarkan karakter yang ingin ditampilkan. Ketujuh parfum dalam koleksi ini menghadirkan interpretasi kepribadian yang berbeda, mulai dari sosok yang misterius, hangat, ceria, hingga berani dan penuh percaya diri.
Dipadukan dengan desain botol kaca berwarna yang dibuat secara handmade serta sentuhan artistik khas maison Alexandre J, The Elixir Collector menjadi koleksi yang tidak hanya memanjakan indra penciuman, tetapi juga menawarkan pengalaman personal dalam menemukan aroma yang paling mencerminkan diri sendiri. Seluruh koleksi ini kini telah tersedia di Indonesia melalui C&F Indonesia.

