Baume & Mercier selalu memilih jalur yang lebih emosional dalam merayakan momen hidup, terutama melalui relasinya yang panjang dengan perempuan. Tahun ini di Watches And Wonders Geneva 2026, maison ini kembali membuka lembar baru lewat koleksi terbaru, Joia de Baume & Mercier, sebuah jam tangan perhiasan yang menghubungkan sejarah feminin mereka dengan sensibilitas perempuan modern masa kini.
Di antara empat model perdana koleksi ini, referensi M0A10850 yang menjadi highlight. Sebuah interpretasi kontemporer dari arsip desain era 1980-an, kini diterjemahkan dalam bahasa visual yang lebih lembut, lebih presisi, dan jauh lebih relevan dengan estetika luxury modern. Ia bukan sekadar jam tangan, melainkan objek gaya yang bergerak di antara perhiasan dan horologi.

Kesan pertama datang dari siluetnya yang nyaris organik. Case bulat berdiameter 28 mm tampil tanpa lug, menciptakan transisi yang halus menuju gelang baja dengan dekorasi flattened-link yang menyatu nyaris seperti cuff jewelry. Pada bezel-nya, 40 berlian brilliant-cut mengelilingi dial perak dengan finishing satin-brushed silang, menghasilkan permainan cahaya yang subtil namun memikat. Tidak agresif, tidak pula berlebihan—yang membuat total look jam tangan yang dibuat terbatas ini sangat klasik dan timeless.
Di balik estetika tersebut, Joia sesungguhnya membawa narasi historis yang cukup penting bagi maison ini. Hubungan Baume & Mercier dengan perempuan telah dimulai sejak 1918, ketika Paul Mercier dan William Baume membaca perubahan sosial yang tengah berlangsung di Eropa. Saat perempuan mulai memasuki ruang publik dengan identitas baru yang lebih independen, maison ini memahami bahwa jam tangan bukan lagi sekadar instrumen penunjuk waktu. Ia berubah menjadi simbol ekspresi diri.
Pendekatan tersebut bahkan sudah terlihat sejak dekade 1920-an, ketika Baume & Mercier menciptakan berbagai jewelry watches yang dianggap revolusioner pada masanya. Dalam arsip horologi klasik, desain mereka pernah dipuji sebagai “haute fantaisie pour dames”, sebuah istilah yang menggambarkan kreativitas tinggi dalam dunia jam tangan perempuan. Narasi itu terus berlanjut hingga era 1970-an dan 1980-an, saat maison menghadirkan jam berbentuk cuff dengan material ornamental seperti mother-of-pearl, onyx, lapis lazuli, hingga turquoise.

Warisan inilah yang kini dihidupkan kembali lewat Joia. Namun alih-alih tenggelam dalam nostalgia vintage, koleksi ini justru terasa sangat modern. Sosok perempuan yang dibayangkan dalam kampanye Joia bukan figur klasik yang pasif, melainkan perempuan muda yang bergerak luwes antara kasual dan elegan, memahami aturan sosial namun cukup percaya diri untuk melanggarnya dengan anggun.
Pilihan detailnya memperkuat karakter tersebut. Roman numeral hitam pada dial memberikan sentuhan klasik, sementara jarum ruthenium berbentuk daun menjaga keseluruhan tampil tetap ringan dan refined. Di sisi crown, sebuah black agate menjadi aksen kecil yang mempertegas aura jewelry piece-nya. Sementara movement quartz Ronda 751 dengan daya tahan lima tahun menjaga aspek praktikalitas yang menjadi ciri luxury modern: indah, namun tetap effortless untuk dikenakan sehari-hari.



